TERAS7.COM – Para pengusaha mikro yang tergabung dalam Kelompok Inklusif Kecamatan Mataraman mendapat perhatian khusus dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar. Rabu (20/8/2025), DKUMPP menggelar fasilitasi pembinaan dan pendampingan bagi mereka.
Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Suryawati, menjelaskan kegiatan ini menjadi wadah bagi pengusaha mikro untuk menyampaikan aspirasi, kendala usaha, dan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Kegiatan ini sangat penting, khususnya untuk anggota Kelompok Inklusif di Mataraman. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang maksimal,” ujar Made.
Dalam kegiatan ini, hadir juga perwakilan Pegadaian yang memaparkan kemudahan akses permodalan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga rendah 6%. Program ini membantu pengusaha mikro memulai atau mengembangkan usaha secara aman dan resmi.
Selain KUR, pemerintah daerah memperkenalkan Kurma Manis (KUR Maju, Mandiri, Agamis) dengan nominal Rp5 – 10 juta. Nominal Rp5 juta bisa diakses tanpa agunan, sementara di atas Rp5 juta baru memerlukan agunan.
Kasi Pengembangan Kemitraan dan Perlindungan Usaha Mikro, Rosita Enani, menambahkan bahwa pertemuan ini juga menyampaikan informasi tentang fasilitasi kewirausahaan, mulai dari pemasaran, kemasan produk standar, perizinan (NIB, SP-PIRT, Halal), pelatihan, hingga kemitraan dengan usaha besar seperti Alfamidi dan Indomaret.
“Harapan kami, program ini memberi manfaat nyata bagi pengusaha mikro, terutama anggota Kelompok Inklusif di Mataraman, agar usaha mereka lebih berkembang,” tutup Rosita.
Dengan pendampingan ini, anggota Kelompok Inklusif Mataraman kini punya akses modal lebih mudah, informasi lengkap, dan peluang kemitraan yang membuka jalan bagi pertumbuhan usaha mikro di Banjar.