TERAS7.COM – Sekarang ini, Indonesia sudah dinyatakan dalam kondisi ‘Darurat Narkoba’, di mana maraknya peredaran dan penyalahgunaannya menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat. Untuk itulah, perlu adanya gerakan penyadaran langsung yang melibatkan seluruh komponen masyarakat terutama di Instansi Pemerintah melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba.
Berdasarkan hal demikian dan sebagai ikhtiar untuk pencegahan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah, bertempat di Meeting Room Hotel Q Grand Daffam Banjarbaru, Rabu (19/6).
Kasi P2M BNN Kota Banjarbaru M Khairani Nor berharap dengan diadakannya bimbingan tersebut, para pegiat anti narkoba dapat menyampaikannya Kembali di tempat mereka bekerja, lingkungan sosial dan juga keluarga.
“Semoga ke depannya mereka dapat menyampaikan bahaya-bahaya narkoba dan aktif bersosialisasi atau menyampaikan informasi-informasi tentang narkoba. Karena dalam kegiatan dua hari ini, kita akan membekali berbagai tekhnik-tekhnik cara berkomunikasi dan memotivasi orang agar tidak menyalahgunakan narkoba,” kata Khairani.

Khairani juga menyampaikan bahwa mencegah narkoba adalah pilar utama di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan merupakan salah satu pilar yang dikedepankan.
“Jadi cara-cara mencegah yang efektif, bagaimana orang tidak menyalahkan narkoba, itu lebih kepada menyampaikan bahaya-bahaya pemakaian narkoba,” kata Khairani.
Khairani juga menghimbau kepada generasi muda untuk mengisi berbagai aktivitas dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak menggunakan narkoba.
Sementara itu Sekdakot Banjarbaru H Said Abdullah usai menjadi narasumber dalam bimtek, menyampaikan kepada Teras7.com bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari Pemko Banjarbaru untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan mencetak para pegiat anti narkoba.
“BNN sudah mencetak pegiat anti narkoba di kalangan masyarakat maupun guru, kini di kalangan PNS. Diharapkan kepada mereka (peserta) setelah mengikuti kegiatan ini, merekalah yang menjadi tempat bertanya kawan-kawannya tentang bahaya narkoba,” pungkasnya.