TERAS7.COM – Kalimantan Selatan bersiap melangkah ke babak baru perekonomiannya. Pembukaan rute penerbangan internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur oleh maskapai AirAsia, yang akan resmi mengudara pada 20 Oktober mendatang, diyakini bakal membuka lebar pintu investasi, perdagangan, dan pariwisata bagi Banua.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat menghadiri pertemuan bersama jajaran Maskapai AirAsia di Banjarbaru, Senin (22/9/2025).
“Kami sangat senang menyambut AirAsia sebagai maskapai internasional pertama yang menghubungkan Kuala Lumpur langsung dengan Banjarmasin. Pada Juli 2025, Kalimantan Selatan mencatat 1,49 juta perjalanan wisatawan domestik, meningkat 77 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tingkat hunian hotel berbintang sebesar 52,17 persen. Layanan baru ini akan semakin meningkatkan kedatangan wisatawan mancanegara, memperpanjang masa tinggal mereka, serta membuka peluang lebih besar untuk perdagangan, pariwisata, dan investasi,” ujarnya.
Muhidin juga dijadwalkan akan memimpin langsung penerbangan perdana Banjarmasin–Kuala Lumpur bersama jajaran Forkopimda Kalsel. Setibanya di Malaysia, ia akan bertemu dengan warga Banjar dan menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat.
Pemprov Kalsel sendiri tak tinggal diam. Sosialisasi tentang pembukaan rute baru ini sudah digencarkan agar masyarakat, pelaku usaha, dan sektor pariwisata dapat memanfaatkannya secara maksimal. Pemerintah daerah juga menyiapkan infrastruktur transportasi darat dan sungai untuk mendukung kelancaran wisatawan yang datang.
“Alhamdulillah, agen-agen travel kita juga sudah menyiapkan sarana transportasi darat maupun sungai. Harapannya, hal ini memperlancar perjalanan wisatawan mancanegara yang datang melalui rute penerbangan ini, sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Banua,” tambah Syarifuddin.
Dengan dibukanya rute internasional ini, Pemprov Kalsel berharap konektivitas langsung ke Kuala Lumpur akan menjadi katalis bagi masuknya investasi baru dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu pusat ekonomi dan pariwisata di Indonesia.