TERAS7.COM – Dibukanya rute penerbangan internasional dari Banjarmasin menuju Kuala Lumpur, Malaysia melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, disambut positif Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, SE.
Emi menilai pembukaan jalur penerbangan ini merupakan terobosan penting setelah Bandara Syamsudin Noor kembali ditetapkan sebagai bandara internasional.
Menurutnya, rute ini akan mempermudah akses perjalanan masyarakat Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah menuju Malaysia.
“Ini terobosan yang sangat bagus. Potensi penerbangan dari Banjarmasin ke Malaysia cukup tinggi karena memangkas biaya, waktu, dan lain sebagainya. Malaysia juga merupakan salah satu tujuan favorit masyarakat, baik untuk wisata, pengobatan, maupun transaksi bisnis,” ujarnya, Senin (23/09/2025).
Emi juga menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan pemerintah dan pelaku pariwisata untuk menggali dan mempromosikan potensi lokal Kalimantan Selatan, baik itu adat istiadat, budaya, maupun destinasi wisata yang bisa di-branding menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Kalau potensi religi seperti Haul Sekumpul, itu salah satu daya tarik besar Kalimantan Selatan, bukan hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga Malaysia. Animonya cukup tinggi. Kita harus memaksimalkan event-event dan budaya lokal agar mendapat perhatian internasional,” tegasnya.
Emi mencontohkan, seperti Pacu Jalur di Pekanbaru, kini telah berhasil menjadi daya tarik wisata internasional karena branding kearifan lokal yang tepat.
Baginya, Kalimantan Selatan pun tidak kalah dengan Pekanbaru, karena juga memiliki potensi sungai serupa. Hanya saja menurutnya perlu digali potensinya dan dipromosikan secara masif agar dikenal dunia.
Selain itu, Kalsel menurut Emi juga memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa melalui Geopark Meratus, yang saat ini telah masuk jaringan UNESCO Global Geopark.
Namun menurut Emi, Geopark Meratus harus benar-benar dimaksimalkan promosinya agar bisa dikenal lebih luas di mata dunia internasional.
“Potensi Meratus dengan adat budayanya sangat menarik. Kita juga punya pasar terapung, museum, waduk, hutan hujan tropis, dan air terjun berusia jutaan tahun yang bisa menjadi tujuan geowisata ke berbagai arah. Jika benar-benar di-branding dan dipublikasikan secara maksimal, ini akan jadi daya tarik pariwisata dunia,” papar Emi.
Disamping itu, Emi juga meminta pemerintah serius mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk layanan di Bandara Syamsudin Noor sebagai bandara internasional agar lebih baik dan nyaman bagi pengunjung.
“Kita harus berbenah dari sisi pelayanan hingga fasilitas pendukung. Momentum ini harus kita manfaatkan agar jalur internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur memberi dampak besar bagi daerah,” pungkasnya.