TERAS7.COM – Seorang bayi penyandang disabilitas di Komplek Taman Kota Santri, Jalan Golf, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru kini dirawat sang ayah dan kakek-neneknya setelah ibunya meninggal dunia.
Kisah itu membuat Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Emi Lasari turun langsung meninjau kondisi bayi tersebut, Senin (06/10/2025) sore. Emi datang ke rumah tempat bayi itu tinggal, berbincang dengan keluarga, dan melihat langsung keseharian mereka.
Emi mengatakan, dari informasi yang diterimanya, bayi tersebut sudah mendapat penanganan dari Rumah Sakit Idaman dan telah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.
Dari hasil pemeriksaan RS Idaman, bayi tersebut ternyata perlu dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin karena memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani kondisinya.
“Hasil pemeriksaan di RSD Idaman, bayi ini memang harus dirujuk ke RSUD Ulin karena fasilitas di sana lebih lengkap,” ujarnya.
Emi menjelaskan, saat ini si bayi masih harus menaikkan berat badan sebelum bisa menjalani tindakan operasi. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat untuk terus memantau perkembangan serta memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi.
“Pendampingan ini penting supaya asupan gizinya cukup dan berat badannya bisa naik, termasuk nanti saat proses rujukan ke RSUD Ulin,” katanya.
Selain itu, Emi juga mendorong agar program homecare yang digagas Pemerintah Kota Banjarbaru bisa dijalankan sesuai kebutuhan keluarga.
Menurutnya, program ini bisa jadi solusi untuk memberikan pendampingan langsung di rumah, baik untuk pemeriksaan kesehatan rutin maupun pemenuhan gizi.
“Homecare ini jangan cuma sebatas kunjungan kesehatan, tapi juga bantu kebutuhan dasar si bayi, seperti susu, makanan, atau gizi tambahan lain,” ucap politisi PAN tersebut.
Emi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan bagi keluarga si bayi. Mulai dari program sewa rumah, bantuan sembako, hingga dukungan bagi keluarga yang menunggu selama proses perawatan atau operasi di rumah sakit.
“Jadi nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinsos terkait bantuan yang bisa diberikan kepada keluarga si bayi,” tegasnya.
Tak hanya itu, Emi mengatakan, dirinya juga akan mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk berperan aktif dalam pemantauan kondisi si bayi.
“Jadi seluruh SKPD akan kita libatkan agar bisa menjalankan perannya masing-masing dalam membantu meringankan beban keluarga,” tukasnya.
Sebelum pamit, Emi menyerahkan bantuan langsung kepada keluarga bayi. Ia berharap, bayi tersebut tumbuh sehat dan mendapat lebih banyak perhatian, baik dari pemerintah maupun pihak lain yang peduli.
Sementara itu, Ayah dari bayi tersebut menyampaikan permintaan agar pemerintah bisa memberikan layanan kesehatan lebih optimal bagi anaknya.
“Ulun berharap pemerintah bisa memberikan layanan kesehatan yang lebih maksimal untuk anak ulun, termasuk pemantauan gizi dan proses rujukan ke rumah sakit, supaya perawatannya berjalan lancar,” harap sang Ayah.