TERAS7.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah kabupaten/kota untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalsel, Rahmady Abasmay saat melakukan koordinasi bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia pada Rabu (08/10/2025).
“Keberadaan SR diharapkan menjadi solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa memperoleh pendidikan layak dan merata,” ujarnya.
Rahmady menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi penting karena selama ini infrastruktur pendidikan di daerah rentan belum seluruhnya memadai. Selain itu, ketersediaan tenaga kependidikan dan pendukung juga terbatas.
“Sampai saat ini, infrastruktur SR belum seluruhnya diterima. Kami juga menghadapi keterbatasan tenaga kependidikan dan tenaga pendukung. Untuk itu, kami perlu kepastian langkah apa yang harus diambil, termasuk soal pemanfaatan SDM pendamping,” kata Rahmady.
Mardi Brilian Saleh menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel sudah dalam proses, dengan tiga lokasi kabupaten/kota yang segera diumumkan lelang dan tahap pembangunan yang akan berjalan. Kapasitas SR permanen nantinya bisa menampung hingga 1.200 peserta per sekolah, dengan nilai pembangunan pertitik mencapai 200 miliar rupiah.
“Kalau ada kekurangan infrastruktur, silakan disampaikan langsung ke Kementerian PUPR agar ditindaklanjuti,” jelas Mardi.
Rahmady pun menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen menindaklanjuti pembangunan di daerah.