TERAS7.COM — Menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi di penghujung tahun, Polres Tapin melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, Selasa (4/11/2025) pagi di halaman Mapolres Tapin.
Apel yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, S.H., S.I.K., M.I.K., yang bertindak sebagai pembina apel sekaligus membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Forkopimda dan Instansi Siaga Satu Komando
Kegiatan apel dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Tapin, antara lain Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, S.Sos, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapin H. Zainal Abidin mewakili Bupati Tapin, Wakapolres Kompol Aunur Rozaq, Kepala Dinas Sosial H. Syafrudin, Kepala BPBD Tapin M. Noor, M.A.P, serta jajaran PJU Polres Tapin, anggota Kodim 1010 Tapin, Satpol PP, Damkar, Orari, Senkom, dan unsur relawan.
Apel dimulai dengan pengecekan langsung kesiapan personel, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, dan sarana prasarana penanggulangan bencana oleh Kapolres bersama Forkopimda.
Amanat Kapolri: Kecepatan, Sinergi, dan Empati Jadi Kunci
Dalam amanat yang dibacakan Kapolres, Kapolri menegaskan bahwa apel ini merupakan langkah nyata untuk memastikan kesiapan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman bencana alam — khususnya banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang berpotensi meningkat selama periode musim hujan dan fenomena La Niña.
“Setiap unsur harus bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat menghadapi bencana demi menjamin keselamatan masyarakat. Negara harus hadir melindungi rakyat dalam setiap situasi,” ujar Kapolres Tapin membacakan amanat Kapolri.
Kapolri melalui amanatnya juga menekankan pentingnya deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapan peralatan logistik agar respon cepat dapat dilakukan ketika bencana terjadi.
Karakter Wilayah Tapin dan Tantangan Hidrometeorologi
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika menjelaskan, wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tapin, memiliki karakter geografis yang kompleks — dari dataran tinggi di hulu hingga dataran rendah di hilir, serta dialiri sungai besar.
“Kondisi ini menjadikan wilayah Tapin rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Kesiapsiagaan yang terencana menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan menyelamatkan jiwa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana meliputi tiga tahap utama — pra-bencana (pencegahan dan mitigasi), tanggap darurat (evakuasi dan koordinasi cepat), serta pascabencana (rehabilitasi dan pemulihan sosial ekonomi).

Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika bersama Dandim 1010 Tapin, Forkopimda dan pimpinan OPD saat mengecek kesiapan sarana prasarana menghadapi potensi bencana di Kabupaten Tapin. Foto: Humas Polres Tapin
Bangun Sinergi dan Humanisme di Lapangan
Kapolres juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas instansi dan pendekatan humanis terhadap masyarakat terdampak.
“Petugas harus hadir dengan empati, memahami kebutuhan warga, dan membantu mereka menata kembali kehidupan. Setiap tindakan kita menjadi simbol bahwa negara peduli dan siap melindungi,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Kapolres Tapin mengajak seluruh pihak untuk menjadikan apel siaga ini sebagai momentum memperkuat koordinasi dan kesiapan menghadapi bencana di Kalimantan Selatan.
“Mari jadikan apel kesiapsiagaan ini sebagai titik tolak penguatan koordinasi, perencanaan, dan kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana,” tandasnya.