TERAS7.COM – Listrik bukan hanya cahaya yang menembus kegelapan, tetapi juga simbol kemajuan dan harapan. Di balik setiap lampu yang menyala di rumah warga, ada perjuangan panjang PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menembus hutan lebat, melintasi sungai, dan menjangkau desa-desa yang kerap tak tercatat di peta.
Memasuki delapan dekade peringatan Hari Listrik Nasional, PLN UID Kalselteng terus menyalakan semangat pemerataan energi dengan target ambisius: seluruh desa di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah teraliri listrik pada 2027.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan bahwa medan geografis yang menantang dan proses administrasi lintas instansi menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan pemerataan listrik di dua provinsi tersebut.
“Ada desa yang hanya bisa dijangkau lewat sungai, ada pula yang terhimpit hutan lebat sehingga menyulitkan suplai material. Namun, semua tantangan ini adalah bagian dari ekspedisi menuju tujuan mulia: menerangi pelosok negeri,” ujar Iwan.
Menurutnya, pembangunan listrik di Kalimantan tidak semata urusan teknis, tetapi juga kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian menjadi faktor kunci agar pembangunan berjalan cepat dan sesuai aturan.
Hingga kini, rasio elektrifikasi di Kalimantan Selatan telah mencapai 99,36 persen, sementara Kalimantan Tengah berada di angka 83,39 persen. PLN UID Kalselteng menargetkan pada 2025 dapat membangun jaringan listrik di 10 desa di Kalimantan Selatan dan 7 desa di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, menyambut positif langkah PLN tersebut. Ia menilai, pembangunan listrik desa merupakan wujud nyata pemerataan keadilan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Listrik adalah hak rakyat yang harus diupayakan bersama. Sinergi antara sektor kehutanan dan kelistrikan memastikan pembangunan jaringan listrik berjalan legal, berkelanjutan, dan tetap menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga datang dari Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, yang menyebut program listrik desa sebagai mimpi panjang masyarakat yang akhirnya terwujud.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Kalselteng atas kerja kerasnya menghadirkan listrik hingga pelosok. Ini adalah cahaya harapan bagi masyarakat kami,” ucapnya.
Delapan dekade Hari Listrik Nasional menjadi momentum refleksi bagi PLN untuk terus menghadirkan energi berkeadilan. Melalui kolaborasi lintas sektor, PLN UID Kalselteng optimistis dapat menuntaskan elektrifikasi desa pada 2027, saat seluruh pelosok Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah bersatu dalam satu cahaya: terang untuk Indonesia.