TERAS7.COM – Kemunculan ikan berwarna mencolok mirip Louhan di perairan Waduk Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, menarik perhatian warga setempat. Ikan tersebut disebut bersifat agresif dan dikhawatirkan dapat mengganggu populasi ikan lokal.
Menanggapi hal ini, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Banjar melakukan penelusuran. Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keberadaan ikan Louhan (Amphilophus hybrid) di kawasan waduk tersebut.
“Kami baru mengetahui informasi ini dari pemberitaan. Belum bisa dipastikan bahwa ikan itu Louhan. Namun dari cirinya memang menyerupai Louhan, sehingga sementara kami sebut sebagai Hybrida Non Lokal,” jelas Bandi, Senin (12/11/2025).

Bandi menjelaskan, kemunculan ikan tersebut kemungkinan terjadi akibat persilangan antara ikan nila budidaya dengan ikan lokal di perairan waduk. Proses itu bisa memunculkan perubahan genetik hingga menghasilkan ikan dengan bentuk dan warna menyerupai Louhan.
“Bisa jadi ikan itu hasil kawin silang antara ikan nila dan ikan lokal. Namun jika Louhan dan nila benar kawin silang, umumnya hasilnya mandul dan tidak bisa berkembang biak,” terangnya.
Meski demikian, DKPP Banjar belum dapat memastikan jumlah populasi ikan yang menyerupai Louhan itu karena masih menunggu laporan atau hasil tangkapan masyarakat untuk diteliti lebih lanjut.
“Kalau masyarakat menemukan ikan dengan ciri seperti itu, silakan dibawa ke Dinas Perikanan agar bisa kami identifikasi apakah termasuk spesies baru atau hasil hibrida,” ujarnya.
Bandi juga mengimbau masyarakat agar tidak sengaja melepas atau memelihara ikan Louhan di perairan umum karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem alami.
“Sejauh ini belum ada laporan warga yang membudidayakan Louhan di Waduk Riam Kanan, tapi kami tetap akan memberikan edukasi agar masyarakat tidak melepas ikan jenis ini ke alam,” tambahnya.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan bahwa ikan tersebut merupakan spesies baru, DKPP Banjar berencana berkoordinasi dengan lembaga penelitian dan akademisi untuk melakukan kajian ilmiah lebih mendalam.