TERAS7.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotabaru terus menggerakkan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam setahun terakhir, tiga fokus utama yang dijalankan yaitu peningkatan penerangan jalan umum (PJU), pemerataan angkutan perintis, serta penguatan keselamatan lalu lintas.
Kepala Dishub Kotabaru, Khairian Anshari, mengatakan bahwa pihaknya terus memperluas jaringan PJU di jalan utama maupun kawasan permukiman. Selain itu, Dishub juga melakukan migrasi dari lampu konvensional ke lampu LED yang lebih terang, hemat energi, dan ramah lingkungan.
“ Kami berupaya memperbanyak pengadaan PJU, memigrasi lampu HE ke LED, serta melakukan pemeliharaan rutin. Meski personel terbatas, semua pengaduan masyarakat tetap kami tindak lanjuti melalui pusat pengaduan Dishub yang bisa diakses secara online,” jelas Khairian saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/11/2025).
Melalui layanan pengaduan digital, masyarakat dapat melaporkan kerusakan PJU dengan cepat. Proses ini membuat penanganan lebih efisien dan transparan, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan Dishub.
Selain PJU, Dishub juga mendorong pemerataan layanan angkutan perintis. Setelah membuka rute Kotabaru–Tanah Bumbu, kini Dishub menghadirkan rute baru menuju Sengayam, yang memudahkan mobilitas warga di wilayah terpencil.
“Masyarakat Sengayam, Banian, dan Bungkungan sebelumnya kesulitan menuju Kotabaru karena tidak ada angkutan umum. Kini tersedia bus perintis dua kali sehari hasil kerja sama Dishub dengan operator transportasi,” ungkapnya.
Kehadiran angkutan perintis ini menjadi solusi nyata bagi warga pedalaman yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi atau jasa transportasi tidak resmi. Dengan tarif terjangkau dan jadwal teratur, Dishub berharap akses masyarakat terhadap pusat ekonomi, pendidikan, dan kesehatan semakin terbuka.
Program ketiga yang dijalankan adalah peningkatan keselamatan jalan sekaligus mempercantik wajah kota. Dishub melengkapi ruas jalan dengan rambu, marka, dan warning light untuk menertibkan arus lalu lintas yang kian padat.
“Kapasitas jalan kita kecil, sementara kendaraan terus bertambah. Maka kami wajib melakukan rekayasa lalu lintas. Selain demi keselamatan, rambu dan marka juga membuat kota terlihat lebih rapi. Kami berharap pengendara semakin tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Dishub juga mulai memanfaatkan Automatic Traffic Technology System (ATTS) yang dilengkapi kamera dan pengeras suara. Teknologi ini memungkinkan petugas menegur langsung pengendara yang melanggar, sekaligus menyampaikan imbauan keselamatan secara berkala.
Khairian menambahkan, seluruh program dijalankan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran. Dishub juga menjalin kerja sama dengan Polres Kotabaru, relawan, dan masyarakat dalam menegakkan disiplin berlalu lintas.
Ia berharap, ketiga program tersebut dapat berkelanjutan dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan penerangan jalan yang memadai, angkutan perintis yang menjangkau pelosok, dan rekayasa lalu lintas yang terencana, kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tutup Khairian. (rhl)