TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Balangan semakin serius mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan bagi anak-anak. Dinas DP3A P2KB PMD Balangan menggelar pelatihan intensif untuk mencetak fasilitator daerah Sekolah Ramah Anak (SRA) di Aula Dinas Kesehatan Balangan, Senin (17/11/2025).
Sebanyak 40 guru dari 20 sekolah berbagai jenjang, mulai TK/PAUD hingga SLTA, mengikuti pelatihan tersebut. Mereka disiapkan menjadi ujung tombak penerapan SRA di sekolah masing-masing, sekaligus memperkuat langkah Balangan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).
Linuwih Andri Winarti, JF Penggerak Swadaya Masyarakat Kabupaten Balangan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menekan angka kekerasan di sekolah dan meningkatkan partisipasi anak dalam proses belajar mengajar.
“Kita tidak ingin ada lagi kasus kekerasan di sekolah. Dengan adanya fasilitator daerah SRA, kita berharap lingkungan sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Sudirman Latief, narasumber dari Kemen PPPA Provinsi Kepulauan Riau, menambahkan bahwa pelatihan ini membekali guru dengan pemahaman mendalam tentang konsep dan indikator SRA. Ia berharap para fasilitator dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengidentifikasi dan mengatasi berbagai tantangan dalam penerapan SRA.
“Guru adalah garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak. Mereka harus memahami betul kebutuhan dan hak-hak anak, serta mampu memberikan dukungan yang tepat,” jelasnya.
Dengan hadirnya fasilitator daerah SRA, Pemerintah Kabupaten Balangan semakin optimis dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang berpihak pada anak sebagai investasi masa depan bangsa.