TERAS7.COM – Dorongan terhadap kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Banjar kembali menguat. Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh, S.H.I, bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Kepariwisataan Tahun 2025, Kamis (16/10/2025), di Sekretariat KNPI Banjar.
Kegiatan tersebut diikuti para tokoh pemuda, perangkat desa, pelaku usaha wisata, serta masyarakat pemerhati pariwisata yang antusias mengikuti pembahasan arah kebijakan pariwisata daerah.
Dalam kesempatan itu, Rahmat Saleh menekankan pentingnya pemahaman bersama terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) 2024–2025, yang menjadi pedoman utama pengembangan destinasi wisata di Banjar.
“Sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian regulasi, tetapi ajakan untuk membangun kesadaran bahwa desa wisata adalah ruang pemberdayaan masyarakat. Dengan memahami arah kebijakan, kita bisa bersama-sama mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal,” ujar Rahmat Saleh.
Perwakilan Bidang Pariwisata Disporapar Banjar dalam pemaparannya menyebut, RIPPDA menitikberatkan pada pengembangan desa wisata berbasis potensi alam, budaya, dan kearifan lokal. Beberapa desa seperti Kiram, Sungai Pinang, dan Tiwingan kini mulai difokuskan sebagai desa wisata unggulan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Sosialisasi juga menjadi forum interaktif antara pemerintah dan masyarakat. Para peserta menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kurangnya promosi digital, hingga kebutuhan pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.
Rahmat Saleh menegaskan DPRD akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat desa, terutama dalam pengembangan pariwisata kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan warga.
“Setiap desa di Banjar harus punya identitas wisata yang khas. Kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar Banjar bisa tampil sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memajukan pariwisata daerah. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kabupaten Banjar sebagai destinasi wisata yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.