TERAS7.COM – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) yang baru menyentuh 70 persen kembali menjadi perhatian Komisi II DPRD Banjar, yang menilai potensi pasar masih jauh dari optimal.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar, Rahmat Saleh, menyampaikan bahwa capaian PAD Perumda PBB sebelumnya selalu memenuhi target. Namun, ke depan Komisi II menilai perlunya penyesuaian target agar lebih mencerminkan potensi pasar yang sesungguhnya.
“Alhamdulillah, di tahun-tahun sebelumnya Perumda PBB selalu mencapai target. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa tercapai,” ujarnya, baru-baru tadi.
Melihat masih besarnya ruang optimalisasi pendapatan pasar, Komisi II berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama jajaran Perumda PBB. Dalam agenda tersebut, komisi akan mengusulkan kenaikan signifikan pada target PAD tahun mendatang.
“Kami mempertimbangkan menetapkan target Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar untuk tahun 2026 dan 2027,” jelas Rahmat, yang juga menjabat Ketua KNPI Banjar.
Meski masih ada sejumlah kendala teknis, seperti keterbatasan armada operasional, Perumda PBB disebut tetap optimistis mampu menutup kekurangan PAD dalam sisa waktu tahun anggaran.
“Mereka optimis bisa mencapai 100 persen. Dengan sisa waktu satu bulan lebih dan intensnya Perumda turun ke lapangan, kami yakin target tahun ini dapat tercapai,” tambahnya.
Rahmat juga menekankan agar keberadaan Pasar Pondok Pesantren Sekumpul (PPS Sekumpul), yang kini sepenuhnya menjadi aset daerah, tidak dijadikan alasan penurunan pendapatan. Ia menilai bahwa pengelolaan PPS Sekumpul oleh Perumda justru seharusnya meningkatkan kontribusi PAD.
“Jangan PPS Sekumpul dijadikan alasan. Sebelumnya kan dikelola pihak ketiga. Sekarang sudah menjadi aset kita, maka semestinya pendapatan bertambah, bukan berkurang,” tegas legislator Partai Gerindra tersebut.
Komisi II memastikan akan terus mengawal evaluasi dan pengawasan terhadap Perumda PBB, agar peningkatan PAD dari sektor pasar dapat lebih maksimal pada tahun-tahun berikutnya.