TERAS7.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari SE, melaksanakan reses bersama warga Kelurahan Syamsudin Noor di GOR Bulutangkis Kasturi, Jalan Kasturi 1, Kecamatan Landasan Ulin, pada Senin (01/12/2025) sore.
Reses ini sengaja dikemas Emi lebih inovatif, dengan memfokuskan pembahasan pada persoalan sampah rumah tangga yang saat ini menjadi tantangan besar di Banjarbaru.
Dalam kegiatan tersebut, Emi menekankan, jika reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk melihat langsung kebutuhan dan persoalan di lapangan.
“Reses ini ingin kami lakukan lebih inovatif dengan melihat langsung kebutuhan di lapangan. Salah satu PR kita adalah meningkatnya produksi sampah rumah tangga seiring perkembangan kota,” ujarnya.
Oleh karena itu, Emi menghadirkan pengurus bank sampah, pengurus PKK, posyandu, serta perwakilan warga tingkat RT untuk diberikan pembekalan pengelolaan sampah organik.
“Harapannya, warga yang sudah dibekali ini bisa menyampaikan kembali ke komunitas masing-masing. Edukasi harus dimulai dari rumah, dari hulu, agar sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir -red) dapat berkurang,” jelasnya.
Lebih jauh Emi menyampaikan, saat ini sampah rumah tangga memiliki porsi cukup besar, sehingga kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah menjadi sangat penting.
“Jadi wajar kalau sampah rumah tangga ini menjadi konsentrasi kami, mengingat volumenya yang cukup besar,” ucapnya.
Adapaun dalam reses ini, materi pelatihan disampaikan langsung oleh Akademisi ULM sekaligus pegiat lingkungan, Dr Eng Akbar Rahman ST, MT.
Akbar menyebutkan, jika saat ini timbunan sampah di TPA semakin meningkat, sehingga upaya pengurangan harus dilakukan dari rumah.
“Solusi paling tepat adalah mengurangi sampah dari sumbernya, dari dapur warga masing-masing,” ujarnya.
Sebagai bentuk upaya itu, Akbar mengajarkan warga proses pembuatan eco-enzim, khususnya sabun. Tampak warga yang ikut mempraktikkan langsung menunjukkan antusiasme tinggi.
Bagi Akbar, sampah bukan melulu soal kotor dan menjijikan, melainkan bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga jika dikelola dengan benar.
“Jika sampah dikelola dengan baik, manfaatnya banyak, bahkan bisa membantu perekonomian rumah tangga. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya,” tambahnya.
Akbar berharap, kegiatan pembekalan seperti yang digagas Emi ini bisa terus berlanjut, agar kesadaran pengelolaan sampah oleh masyarakat bisa semakin meluas.
“Mudah-mudahan kegiatan ini berkelanjutan, sehingga persoalan sampah bisa teratasi mulai dari sumbernya,” tukasnya.