TERAS7.COM – Kondisi Pasar Bauntung Banjarbaru kembali menjadi sorotan setelah para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli saat Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Dalam sidak tersebut, tampak banyak los, kios, dan toko di Pasar Bauntung yang masih kosong. Minimnya aktivitas perdagangan dinilai berbanding lurus dengan menurunnya minat pembeli untuk berbelanja di pasar tersebut.
Tak hanya itu, berdasarkan informasi yang diperoleh diketahui pula jika retribusi Pasar Bauntung ternyata menunggak hingga sekitar Rp5 miliar.
Kepala PKL Subuh Pasar Bauntung, Gusti Irwan mengatakan, jika kondisi pasar saat ini merupakan dampak kebijakan relokasi Pemerintah Kota Banjarbaru pada tahun 2021 yang dinilai tidak tepat.
Menurut Gusti Irwan, kebijakan relokasi Pasar Bauntung saat itu tidak dilakukan secara menyeluruh dan justru menimbulkan persoalan baru.
“Pada saat relokasi Pasar Bauntung Februari 2021, tidak semua pedagang direlokasi ke pasar baru. PKL subuh yang jumlahnya mencapai 501 orang justru tidak direlokasi,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Akibatnya, para pedagang subuh terpaksa mencari lokasi berjualan sendiri di berbagai tempat. Kondisi tersebut, menurut Gusti Irwan, berdampak langsung pada berkurangnya keramaian di Pasar Bauntung Baru.
“Dampak dan akibat kebijakan yang tidak tepat saat itu, membuat banyak kios kosong dan pasar jadi sepi,” katanya.
Ia menilai, kondisi Pasar Bauntung saat ini merupakan “dosa masa lalu” dari kebijakan yang tidak tepat oleh Pemerintah Kota Banjarbaru saat itu.
Para pedagang berharap adanya evaluasi serius dari pemerintah daerah agar pasar kembali hidup dan menjadi pusat ekonomi rakyat.
“Harapan kami, semoga ada keadilan bagi eks PKL subuh yang terdampak kebijakan tersebut,” ucapnya.
Adapun dari informasi yang diperoleh teras7.com, di Pasar Bauntung juga diduga ada pembagian “jatah” kios kepada sejumlah oknum pejabat dari DPRD Banjarbaru dan Pemerintah Kota Banjarbaru.