TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat layanan dasar bagi masyarakat terdampak banjir dengan mengoperasikan dapur umum di sejumlah wilayah terdampak.
Sejak ditetapkannya status tanggap darurat banjir, dapur umum telah menjadi salah satu penopang utama pemenuhan kebutuhan pangan warga.
Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB), dapur umum mulai beroperasi sejak Senin (30/12/2025) dan secara aktif melayani ribuan warga, khususnya di wilayah Kecamatan Martapura Timur.
Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar, Hj Erny Wahdini, mengatakan dapur umum di Martapura Timur melayani jumlah warga terdampak yang cukup besar setiap harinya.
“Untuk Martapura Timur, dapur umum melayani sekitar 6.000 masyarakat terdampak banjir,” ujar Erny, saat ditemui di dapur umum, Jumat (2/1/2026) sore.
Pengelolaan dapur umum dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihak Kecamatan Martapura Timur, Pramuka, hingga Karang Taruna.
Kolaborasi ini memungkinkan proses penyediaan dan pendistribusian makanan berjalan lebih optimal di tengah kondisi darurat.
Selain Martapura Timur, dapur umum juga melayani wilayah lain dengan skala yang tidak kalah besar. Untuk Kecamatan Martapura Barat, dapur umum melayani sekitar 5.000 porsi makanan per hari.
Rencana serupa juga diterapkan di Kecamatan Sungai Tabuk yang ditargetkan melayani sekitar 5.000 porsi, sementara di Martapura Kota dapur umum berlokasi di Desa Pasayangan Barat dan beberapa titik desa lainnya.
Erny menjelaskan, secara keseluruhan terdapat enam hingga tujuh titik dapur umum yang logistiknya disuplai oleh Dinsos P3AP2KB Banjar.
Di luar itu, terdapat dapur umum yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan jumlah yang bersifat dinamis sesuai kebutuhan lapangan.
“Secara keseluruhan, dapur umum yang logistiknya disuplai oleh Dinsos P3AP2KB Banjar berjumlah sekitar enam hingga tujuh titik. Adapun dapur umum yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jumlahnya masih dinamis mengikuti kebutuhan di lapangan,” ujar Erny.
Ia juga menambahkan, dukungan dapur umum turut datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Polda Kalsel melalui Brimob. Meski dapur umum dari provinsi telah berpindah ke Kecamatan Sungai Tabuk, Pemkab Banjar tetap memberikan dukungan logistik.
“Dapur umum dari provinsi saat ini berpindah ke Kecamatan Sungai Tabuk, namun tetap kami support logistiknya dari Pemkab Banjar. Begitu juga dapur umum Brimob, hari ini hingga malam nanti akan kami kirimkan logistik,” jelasnya.
Makanan yang disediakan dapur umum bervariasi, mulai dari nasi, mi goreng, telur, sarden, hingga nasi goreng. Pendistribusian dilakukan berdasarkan permintaan dan kebutuhan warga di lapangan, dengan mempertimbangkan efektivitas penyaluran serta keterbatasan anggaran.
Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, Dinsos P3AP2KB Banjar terus berkoordinasi dengan BPBD agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan antarwilayah.
“Kalau logistik kami kurang atau untuk menentukan titik distribusi, kami selalu koordinasi dengan BPBD supaya tidak overlap. Mungkin yang terlihat menumpuk itu masih menunggu jadwal distribusi ke lokasi,” pungkasnya.