TERAS7.COM – Kerusakan jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Raranum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Sejak jembatan itu rusak parah akibat banjir bandang, aktivitas warga nyaris lumpuh, terutama dalam mengangkut hasil kebun yang menjadi sumber utama penghasilan.
Jembatan tersebut selama ini menjadi akses vital bagi warga dua desa untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial. Namun setelah diterjang banjir, struktur jembatan amblas di bagian tengah dan tidak dapat dilalui, bahkan oleh kendaraan roda dua.
Akibat terputusnya akses tersebut, warga harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui. Kondisi ini menyulitkan masyarakat dalam membawa hasil pertanian ke luar desa maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya mengganggu mobilitas, banjir bandang juga meninggalkan dampak serius pada sektor pertanian warga. Sejumlah kebun dilaporkan rusak akibat terendam air, bahkan beberapa lahan yang memasuki masa panen terpaksa mengalami gagal panen.
Ketua RT 01 Desa Langkap, Madi Saputra, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Menurutnya, tanpa akses tersebut, aktivitas warga menjadi sangat terbatas.
“Ini akses utama warga. Kalau tidak segera diperbaiki, aktivitas masyarakat benar-benar lumpuh, terutama untuk mengangkut hasil kebun,” ujarnya, dilansir dari InfoPublik.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan tersebut. Keberadaan jembatan dinilai sangat krusial, tidak hanya untuk menunjang perekonomian, tetapi juga untuk kelancaran aktivitas sosial dan pelayanan dasar masyarakat.
Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Perumahan dan Permukiman Kabupaten Balangan menyatakan telah menindaklanjuti laporan kerusakan jembatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Balangan, Rina Ariyani, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan pengadaan material guna perbaikan jembatan.
“Saat ini kami sedang mengupayakan pengadaan material untuk perbaikan jembatan,” kata Rina, Jumat (02/01/2026).
Perbaikan jembatan tersebut rencananya akan dianggarkan melalui dana swakelola jembatan. Warga berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan agar akses antar desa kembali normal dan roda ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak.