TERAS7.COM – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memimpin kegiatan Panen Raya dan pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (07/01/2025).
Panen raya ini dilakukan di lahan seluas sekitar 10 hektare dan menjadi bagian dari rangkaian program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan Panen Raya di Barito Kuala terhubung secara daring dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Menteri Pertanian dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hal ini menegaskan keterkaitan program lokal dengan swasembada pangan tingkat nasional, sekaligus menjadi momentum strategis bagi Kalimantan Selatan.
Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa ketahanan pangan Banua saat ini berada pada kondisi yang sangat kuat, ditopang oleh surplus beras yang terus meningkat. “Surplus beras Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton dengan kenaikan hampir 15 persen, tertinggi di regional Kalimantan. Ini menunjukkan ketahanan pangan kita sangat kuat,” ujarnya.
Selain memimpin panen padi, Gubernur didampingi oleh Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Kapolda Kalimantan Selatan, Danrem 101/Antasari, Kepala BIN daerah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Muhidin menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga kolaborasi lintas sektor. Dinas Pertanian berperan dalam peningkatan produksi, TNI mendukung pengelolaan lahan persawahan, sementara Kepolisian turut membantu pengembangan komoditas jagung. Sinergi ini menjadi kunci menjaga stabilitas pangan di Kalimantan Selatan.
“Kita patut bersyukur karena program swasembada pangan nasional dapat kita dukung melalui panen raya ini. Kerja sama semua pihak menjadi faktor utama dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” kata Muhidin.
Dengan langkah ini, Kalimantan Selatan tidak hanya menunjukkan surplus produksi beras yang tinggi, tetapi juga menegaskan peran provinsi sebagai kontributor penting ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat posisi daerah di peringkat tiga besar nasional dalam hal ketahanan pangan.