TERAS7.COM – Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran murid layaknya sekolah negeri pada umumnya yang menggunakan jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Disampaikan Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, di Sekolah Rakyat menggunakan sistem seleksi yang dilakukan secara humanis, menyesuaikan kebutuhan nyata anak dari keluarga kurang mampu.
“Prinsipnya kami jemput bola. Data awal dipegang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), kemudian dikonfirmasi pihak terkait. Anak yang bisa masuk ke sekolah rakyat harus berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem,” ujar Rifki, Senin (12/01/2026).
Setelah data dikonfirmasi, pihak sekolah menilai kembali siapa yang paling layak untuk masuk terlebih dahulu, menyesuaikan dengan kapasitas asrama yang terbatas.
Saat ini, SRT 9 Banjarbaru hanya mampu menampung 125 peserta didik, namun sistem seleksi menjamin prioritas diberikan bagi mereka yang paling membutuhkan.
“Peserta didik yang belum masuk tahap pertama tidak berarti tidak layak. Mereka akan tetap mendapat kesempatan di tahap berikutnya,” tambah Rifki.
Selain itu, Rifki menekankan bahwa SRT 9 Banjarbaru tetap menggunakan Dapodik untuk pendataan, tetapi memberikan toleransi usia tertentu. Hal ini memungkinkan calon peserta yang sedikit melebihi batas usia tetap memperoleh akses pendidikan di sekolah rakyat, sementara mereka yang memang seharusnya masuk sekolah paket tetap diarahkan sesuai kebutuhannya.
Dengan mekanisme humanis ini, SRT 9 Banjarbaru memastikan setiap anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang adil untuk belajar, sekaligus mendukung visi pendidikan inklusif dan merata di Kalimantan Selatan.