TERAS7.COM – Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Namun, bukan berarti semua anak dari keluarga kurang mampu bisa otomatis diterima. Seleksi tetap dilakukan untuk memastikan peserta didik yang masuk benar-benar layak.
Lalu, bagaimana nasib anak-anak miskin ekstrem yang tidak lolos kurasi Sekolah Rakyat?
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim menyampaikan, jika anak-anak yang tidak lolos seleksi tetap memiliki jalur alternatif untuk melanjutkan pendidikan.
“Anak yang tidak lolos seleksi di sini bukan berarti mereka tidak miskin atau tidak layak. Kami akan kawal mereka agar tetap bisa bersekolah di sekolah negeri atau sekolah paket,” ujar Rifki, Rabu (14/01/2026).
Rifki menjelaskan, mekanisme ini penting agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi, meski kapasitas sekolah rakyat terbatas.
SRT 9 Banjarbaru juga membuka kemungkinan bagi peserta yang gagal lolos untuk kembali masuk ke sekolah rakyat di masa depan, misalnya jika mereka ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Selain itu, pihak sekolah menyesuaikan penerimaan dengan kondisi asrama dan batasan usia yang fleksibel. Anak-anak yang sedikit melebihi batas usia formal tetap diberi kesempatan belajar, sementara mereka yang seharusnya masuk sekolah paket diarahkan sesuai kebutuhan.
“Di sekolah rakyat, kami tidak ingin mengambil hak anak yang memang harus masuk sekolah paket. Semua anak tetap dipastikan mendapatkan pendidikan,” jelas Rifki.
Dengan sistem ini, SRT 9 Banjarbaru menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dan perlindungan hak anak, memastikan setiap peserta didik, terutama dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, memiliki akses belajar yang adil dan berkelanjutan.