TERAS7.COM – Warga Desa Karya Baru, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala (Batola) masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur, mulai dari kondisi jalan utama hingga jembatan penghubung desa yang dinilai belum memadai.
Sekretaris Desa Karya Baru, Sangadi, menyebutkan kerusakan jalan sempat berlangsung cukup lama sebelum akhirnya diperbaiki pada akhir tahun 2025.
Saat ini, jalan masih dilapisi batu koral dan menunggu pengaspalan ulang yang direncanakan pada April hingga Mei mendatang.
“Jalan ini sebenarnya dulu pernah diaspal, tapi karena sering terkena air pasang dan dilewati kendaraan dengan muatan berat, kondisinya kembali rusak. Kurang lebih satu setengah tahun jalan ini mengalami kerusakan,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur vital dan satu-satunya akses yang menghubungkan Desa Karya Baru dengan Tabunganen Pemurus serta wilayah Tabunganen Tegah.
Lanjut Sangadi, tidak adanya jalur alternatif membuat warga sangat bergantung pada kondisi jalan ini untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.
Kerusakan jalan semakin terasa dampaknya saat banjir. Banyak warga mengeluhkan sulitnya melintas, terutama mereka yang bekerja sebagai buruh bangunan maupun pegawai P3K, karena berpengaruh pada ketepatan waktu dan aktivitas kerja.
“Keluhan dari warga cukup banyak. Apalagi kalau banjir, jalan ini susah dilewati,” katanya.
Sangadi menuturkan, usulan perbaikan jalan sebenarnya telah diajukan ke pemerintah daerah. Namun, ia berharap ke depan pembangunan infrastruktur desa dapat direalisasikan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.
Selain persoalan jalan, desa juga masih menghadapi keterbatasan penerangan jalan, meski sebagian sudah menggunakan lampu tenaga surya.
Selanjutnya di sektor pertanian, masih kata Sangadi, warga setempat juga dilanda gagal panen yang terjadi sejak 2024 dan mencapai kondisi terparah pada tahun ini.
Gagal panen tersebut, kata Sangadi, dipicu oleh tingkat keasaman tanah yang tinggi, sehingga tanaman padi tumbuh subur secara fisik namun tidak menghasilkan bulir.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah memberikan bantuan berupa penyemprotan lahan sebelum masa tanam serta pemberian pestisida, insektisida, dan pupuk gratis.
Sementara itu, infrastruktur jembatan juga menjadi perhatian. Dari dua jembatan yang sebelumnya menjadi akses warga, satu jembatan kini terputus dan menyisakan satu jalur saja.
“Kami berharap jembatan yang tersisa bisa dibangun lebih kokoh, dengan konstruksi yang benar-benar kuat,” pungkasnya.