TERAS7.COM – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari SE menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 SMA Negeri 2 Banjarbaru. Momentum ini dinilai bukan hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga refleksi untuk pembenahan ke depan.
Di usia yang hampir setengah abad, Emi menilai SMAN 2 Banjarbaru masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terlebih setelah beberapa waktu terakhir sempat muncul kasus yang mencuat ke publik.
“Di usia SMAN 2 Banjarbaru yang ke-49 tahun ini, tentu masih banyak hal yang harus dibenahi. Apalagi beberapa waktu terakhir sempat ada kasus di SMAN 2 Banjarbaru yang mencuat di media. Itu harus menjadi prioritas untuk diperbaiki ke depan,” ujarnya.
Emi mengapresiasi langkah SMAN 2 Banjarbaru yang meluncurkan aplikasi E-Lapor sebagai sarana aduan siswa.
Menurut Alumni SMAN 2 Banjarbaru ini, inovasi tersebut menjadi langkah awal untuk mendeteksi persoalan secara dini di lingkungan sekolah.

“Kami sangat menyambut baik peluncuran aplikasi E-Lapor oleh SMAN 2. Tujuan utamanya adalah untuk mendeteksi sejak dini persoalan yang terjadi pada siswa, sehingga setiap masalah yang dialami bisa terfasilitasi dengan baik. Sekolah pun bisa menangkap persoalan tersebut lebih cepat dan memfungsikan perannya sebagai wadah tempat siswa berkeluh kesah secara nyaman, agar masalah tidak berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Ia menegaskan, mendeteksi perilaku anak merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan. Selain untuk mengenali persoalan akademik, sosial dan emosional, juga sebagai langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan hingga bullying.
“Ini juga untuk meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak, membangun kepercayaan, karena anak merasa diperhatikan dan dipahami,” tambahnya.
Emi menilai, dunia pendidikan saat ini dituntut membentuk karakter siswa melalui pendekatan yang lebih humanis. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus mampu menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk berbagi persoalan.
“Tidak boleh ada sekat antara orang tua dan anak, maupun antara guru dan siswa. Guru harus bisa memfungsikan diri sebagai kawan ketika siswa menghadapi masalah, sehingga tercipta rasa nyaman,” katanya.
Namun demikian, Politisi PAN ini memberikan catatan penting terkait implementasi aplikasi E-Lapor, khususnya soal perlindungan identitas pelapor.
“Bagaimana sekolah bisa menjamin identitas siswa yang melapor benar-benar terlindungi, agar tidak menimbulkan persoalan baru. Misalnya, jika yang dilaporkan adalah guru, atau jika laporan terjadi antar sesama siswa, jangan sampai memicu gesekan sosial baru,” tegasnya.
Sebagai salah satu sekolah rujukan di Banjarbaru, Emi berharap SMAN 2 mampu terus berbenah, menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, serta inklusif bagi seluruh siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus.
“SMAN 2 harus menjadi sekolah yang benar-benar ramah dan inklusif. Itu penting menjadi perhatian dan evaluasi bersama ke depan,” pungkasnya.