TERAS7.COM – Pemilihan Calon Sekretaris Daerah yang dilakukan secara terbuka oleh Pemerintah Kabupaten Banjar, melewati Panitia Seleksi (Pansel) akhirnya selesai dengan menetapkan tiga nama yang diserahkan kepada Bupati banjar.
Bertempat di Kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Wisma Sultan Sulaiman Martapura pada hari Kamis (04/07), berlangsung tahap akhir seleksi calon pejabat pimpinan tertinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar berjalan dengan lancar.
Salah seorang tim Pansel Seleksi Calon Sekda KabupatenBanjar, Andi Tenri Sompa menyampaikan, bahwa tim Pansel sudah menjalankan tugas sesuai dengan agenda dan prosedur yang telah ditentukan, dengan menentukan tiga nama dari 5 calon yang akan diserahkan kepada Bupati Banjar.

“Semua peserta layak untuk menjadi Sekda, 3 nama yang terpilih karena memang harus ada rangking. Hasil wawancara pansel ternyata selaras dengan hasil assessment yang dilakukan di Yogyakarta,” ujarnya kepada teras7.com, pada Jumat (05/07).
Ia melanjutkan, tiga nama sesuai rangking tersebut hari ini juga akan diserahkan kepada Bupati Banjar, namun ia masih enggan membeberkan tiga nama calon.
“Kami sudah melaksanakan seleksi sesuai prosedur dan siang ini kami sudah menyerahkan 3 nama ke bapak Bupati Banjar, malam besok nama-nama ini akan diumumkan,” lanjunya.

Seleksi calon Sekda Kabupaten Banjar telah melewati beberapa tahap, mulai verifikasi berkas, seleksi administrasi, seleksi kompetensi teknis tertulis atau online, tes kompetensi manajerial atau assessment center, penelusuran rekam jejak, wawancara akhir hingga Rapat Pansel untuk menetapkan masing-masing 3 peserta pada setiap posisi jabatan berdasarkan urutan jumlah nilai tertinggi.
Salah seorang calon Sekda Kabupaten Banjar Mohammad Hilman, saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, banyak pelajaran berkesan yang bisa diambil dari proses seleksi, salah satunya tahap Assessment yang ia ikuti di Yogyakarta.
“Ini yang mengesankan bagi saya dari tahapan yang kami ikui, yang mana saat mengikuti assessment ada simulasi kepemimpinan, misal seperti simulasi menjadi seorang menteri, bagaimana kita diminta untuk menyeselaikan masalah dalam waktu 10 menit,” cerita Hilman kepada teras7.com pada Jumat (21/06) lalu.

Selain itu, ia yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar ini melanjutkan, selama menjalani proses assessment sendiri menjadi tantangan baginya, karena ia dituntut keluar dari hal teknis yang biasa ia lakukan dan dituntut untuk menjadi seorang administrator.
“Dengan ini kami diberi pengetahuan dan wawasan berharga, bagaimana kita bisa dengan cepat dan tepat menyelesaikan masalah,” ungkapnya.
Dilihat dari hasil polling di pollingkita.com Mohammad Hilman memperoleh persentase terbanyak dari respon masyarakat, yaikni dengan hasil 43,5 persen dari 5 orang calon Sekda Kabupaten Banjar.
Menanggapi hasil polling tersebut Hilman menyikapinya sebagai media intropeksi diri dan mengucapkan terimakasih atas harapan masyarakat.
“kami menyambut positif, melewati polling kami bisa tahu kondisi diluar, dari proses yang kami jalani pasti ada harapan yang akan dititipkan terkait dengan lelang jabatan ini, serta ini bisa menjadi media intropeksi diri, dengan harapan ini menjadikan kita lebih bertanggung jawab lagi kedepannya,” pungkasnya.