Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mahasiswa ULM Lakukan Transplantasi Karang dan Edukasi Ecobrick di Desa Sungai Dua Laut
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mahasiswa ULM Lakukan Transplantasi Karang dan Edukasi Ecobrick di Desa Sungai Dua Laut

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 24 Februari 2026, 16.01
Share
Screenshot 2026 03 02 220449
SHARE

TERAS7.COM – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu secara nyata melalui Program Bina Desa Berdampak. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Transplantasi Karang dan Pengelolaan Sampah Plastik berbasis Ecobrick” yang dilaksanakan oleh mahasiswa lintas fakultas di Desa Sungai Dua Laut, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu.

Program ini dilaksanakan pada 7–8 Januari 2026 oleh tim yang terdiri atas 15 mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nursalam, S.Kel., M.S.

Ketua Kelompok, Disma Peranita, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kondisi lingkungan pesisir desa yang memiliki potensi sumber daya laut yang besar namun menghadapi permasalahan kerusakan terumbu karang dan penumpukan sampah plastik.

“Kami melihat potensi laut di desa ini sangat bagus, tetapi ada kerusakan karang dan banyak sampah plastik. Jika lingkungan laut tidak dijaga, biota laut juga akan terdampak. Karena itu, kami ingin membantu memperbaiki ekosistem laut melalui transplantasi karang dan mengurangi sampah plastik melalui ecobrick,” ujarnya.

Sebelum merancang kegiatan, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei lapangan pada 10 Desember 2025, melakukan observasi kondisi pesisir, serta berdiskusi dengan perangkat desa dan warga setempat.

Baca juga :

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

“Program yang kami susun benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dari hasil observasi dan diskusi, rehabilitasi terumbu karang dan pengelolaan sampah plastik memang menjadi kebutuhan utama,” jelas Disma.

Namun, tim juga mencatat bahwa penerapan program ecobrick menghadapi tantangan karena sebagian besar ibu rumah tangga di desa tersebut turut bekerja, sehingga waktu luang untuk mengolah sampah menjadi ecobrick terbatas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan edukasi tentang pentingnya terumbu karang, pemasangan media tanam, serta penanaman bibit karang menggunakan metode blok bata. Selain itu, dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecobrick, mulai dari pemilahan sampah plastik hingga pemanfaatan ecobrick sebagai produk fungsional seperti bangku dan pot tanaman.

“Ilmu yang kami pelajari di kampus seperti manajemen lingkungan, perencanaan program, kerja tim, dan komunikasi dengan masyarakat benar-benar terpakai di sini. Ini bukan hanya teori, tapi praktik langsung di lapangan,” tambahnya.

Selama kegiatan, mahasiswa menginap di desa untuk mengefisienkan waktu dan anggaran mengingat jarak tempuh yang mencapai 5–6 jam dari kampus ULM.

Disma menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap program ini tergolong cukup baik meskipun partisipasi masih terbatas. Para nelayan dan pemuda desa terlibat dalam kegiatan transplantasi karang, sementara ibu-ibu dan anak-anak mengikuti pelatihan ecobrick.

Pada pelaksanaannya, program transplantasi karang sempat menemui kendala, yakni penentuan titik lokasi yang tepat untuk rehabilitasi terumbu karang. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan bantuan nelayan setempat yang memahami kondisi perairan desa.

Dari sisi mahasiswa, program ini memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual serta penguatan soft skills seperti komunikasi, adaptasi sosial, dan pemecahan masalah.

Sementara itu, dari sisi masyarakat, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dalam menjaga ekosistem laut dan mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Kami berharap titik transplantasi karang ini bisa terus dijaga dan berkembang. Kami juga berencana melakukan monitoring perkembangan karang, meskipun masih terkendala waktu dan biaya, kami tetap menjalin komunikasi dengan pihak desa untuk memantau perkembangan,” ungkap Disma.

Program Bina Desa ULM Berdampak ini menjadi wujud komitmen Universitas Lambung Mangkurat dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata serta kontribusi langsung mahasiswa dalam pembangunan masyarakat. ULM mendorong keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat agar dampak kegiatan tidak berhenti pada satu periode pelaksanaan, melainkan terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis pendidikan tinggi.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

Bawa Perubahan Teknologi, HSU Jadi Tempat 346 Mahasiswa Faperta ULM

Dilirik Akademisi Singapura, ULM Usulkan Pulau Curiak Batola Jadi Pusat Riset Ekologi Global

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?