TERAS7.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjalani International Accreditation Assessment Visit pada 12–13 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan bertaraf internasional. Visitasi dilaksanakan secara hybrid, melibatkan tiga asesor yang hadir langsung di kampus dan sembilan asesor internasional yang mengikuti proses secara daring dari berbagai negara Eropa dan kawasan lainnya.
Dekan FKIP ULM Dr. Sunarno Basuki, Drs., M.Kes. AIFO menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan tahapan verifikasi lapangan terhadap dokumen akreditasi yang telah disiapkan selama hampir dua tahun.
“Selain menelaah dokumen yang telah kami kirimkan, para asesor juga melihat langsung fasilitas, pengembangan sumber daya manusia, serta layanan akademik yang kami selenggarakan. Semua yang tertulis dalam borang diverifikasi secara faktual,” ujarnya.
Proses visitasi mencakup peninjauan sarana dan prasarana pembelajaran, layanan mahasiswa termasuk bagi mahasiswa disabilitas, sistem penjaminan mutu, hingga wawancara dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, serta pengguna lulusan. Tahapan ini bertujuan memastikan kesesuaian kompetensi lulusan FKIP ULM dengan kebutuhan dunia kerja dan standar pendidikan global.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran ULM Prof. Agung Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pendampingan akreditasi internasional merupakan bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan daya saing global.
“Proses ini sudah berjalan sekitar dua tahun, mulai dari penyusunan dokumen, review, hingga penetapan asesmen lapangan. Lembaga akreditasi yang kami gunakan telah diakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspek yang dinilai mencakup sistem admisi, layanan akademik, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pengembangan dosen, penjaminan mutu berkelanjutan, sarana prasarana, keselamatan dan kesehatan kerja, serta lingkungan kampus yang inklusif dan menjunjung kesetaraan gender.
Sembilan program studi yang diasesmen berasal dari rumpun pendidikan dan sosial humaniora, yakni Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sosiologi, Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan IPS, Pendidikan Seni Pertunjukan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa Inggris. Upaya ini menjadi langkah strategis FKIP ULM dalam memperluas pengakuan internasional atas kualitas pendidikan dan lulusan.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor ULM Yusuf Azis menyampaikan bahwa saat ini ULM telah memiliki enam program studi terakreditasi internasional dan Laboratorium Terpadu ULM telah tersertifikasi ISO.
“Ke depan, kami menargetkan 15 program studi terakreditasi internasional sebagai bagian dari arah kebijakan menuju World Class University,” ungkapnya.
Terkait hasil asesmen, Prof. Agung menyebutkan bahwa penerbitan sertifikat akreditasi internasional membutuhkan waktu sekitar tiga bulan setelah rapat penetapan, sepanjang seluruh persyaratan terpenuhi.
“Jika tidak ada temuan dan seluruh standar konsisten dipenuhi, peluang memperoleh sertifikat akreditasi internasional sangat terbuka,” pungkasnya.
Melalui proses akreditasi internasional ini, ULM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas global, kurikulum berbasis capaian pembelajaran, serta layanan akademik yang inklusif dan berkelanjutan, guna mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional.