TERAS7.COM – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, SE melaksanakan kegiatan reses di Komplek Griya Ulin Permai/Berlina Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin.
Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari fasilitas kesehatan lingkungan hingga usulan peningkatan dukungan bagi petugas pelayanan kematian di masyarakat.
Emi Lasari yang merupakan legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan salah satu persoalan yang disampaikan warga berkaitan dengan keterbatasan fasilitas kesehatan di dalam komplek, khususnya posyandu.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu komplek besar di Kecamatan Landasan Ulin sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai bagi warga.
“Permasalahan utamanya berkaitan dengan fasilitas kesehatan berupa posyandu. Selama ini kendala yang sering terjadi adalah surat hibah dari pihak pengembang yang belum diserahkan kepada pemerintah kota atau keberadaan lahannya belum terdeteksi dengan jelas,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Emi, menyulitkan pemerintah daerah untuk membangun sarana dan prasarana posyandu yang representatif bagi warga.
Akibatnya, fasilitas yang ada saat ini dinilai belum memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat di tingkat RW.
Selain itu, dalam reses tersebut warga juga menyampaikan usulan terkait perhatian bagi para pemandi jenazah di lingkungan masyarakat.
Emi menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru sebelumnya telah memberikan insentif bagi para penggali kubur melalui program unggulan wali kota.
Namun warga berharap ada perhatian serupa bagi para pemandi jenazah yang juga memiliki peran penting dalam pelayanan sosial kemasyarakatan.
“Jumlah orang yang bersedia menjalani profesi ini tidak banyak. Bahkan di satu RW saja pemandi jenazah perempuan hanya sekitar dua sampai tiga orang, dan sebagian besar sudah berusia tidak muda lagi,” jelasnya.
Ia menilai ke depan perlu ada kaderisasi, termasuk melalui program pelatihan dari pemerintah kota bagi calon pemandi jenazah.
Selain itu, dukungan bagi rukun kematian serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.