TERAS7.COM – Desain logo Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu tak sekadar visual perayaan, tetapi juga sarat makna yang merepresentasikan identitas daerah, semangat pembangunan, hingga kearifan lokal masyarakat.
Hal itu tercermin dari karya Iswadi Rauf asal Kecamatan Kusan Hilir yang berhasil meraih juara pertama dalam lomba desain logo yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Kominfosp.
Kepala Dinas Kominfosp Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, menyebutkan desain tersebut memperoleh nilai tertinggi, yakni 92, berdasarkan penilaian dari dewan juri, interaksi publik melalui Instagram, serta penilaian langsung dari Bupati.
“Berdasarkan hasil total poin penilaian, desain logo Iswadi Rauf dari Kusan Hilir meraih nilai tertinggi yakni 92,” ujarnya.
Lebih dari sekadar angka, desain logo karya Iswadi mengandung filosofi yang kuat. Bentuk lingkaran menyerupai matahari menjadi simbol semangat, harapan, dan energi baru dalam perjalanan Tanah Bumbu.
Matahari dimaknai sebagai sumber kehidupan dan optimisme, yang mencerminkan semangat daerah dalam terus bergerak maju. Sementara penggunaan negative space berbentuk huruf “Th” menegaskan usia ke-23 sebagai momentum untuk terus beraksi dan berkembang.
Unsur kearifan lokal juga tampak kuat melalui simbol perahu dan ombak yang mendominasi desain. Perahu merepresentasikan identitas maritim masyarakat pesisir Tanah Bumbu, sekaligus melambangkan perjalanan, perjuangan, dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan.
Sementara ombak menggambarkan dinamika dan kekuatan, mencerminkan semangat masyarakat yang terus bergerak dan tangguh dalam membangun daerah.
Tak ketinggalan, ornamen tenun khas Pagatan turut dihadirkan sebagai simbol kekayaan budaya lokal. Motif ini menjadi representasi nilai tradisi, seni, serta warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.
Kehadiran elemen-elemen tersebut menjadikan logo tidak hanya sebagai identitas visual, tetapi juga narasi tentang jati diri Tanah Bumbu yang berakar pada budaya dan kearifan lokal.
Selain juara pertama, lomba ini juga menghasilkan Kahar dari Kusan Hilir sebagai juara dua dengan nilai 87, serta Neco Septiasa Ramadani dari Simpang Empat di posisi ketiga dengan nilai 84. Sementara juara favorit diraih Nurhikmah dari Kusan Tengah.
Melalui lomba ini, pemerintah daerah tidak hanya mengajak masyarakat berpartisipasi, tetapi juga mendorong lahirnya karya kreatif yang mampu merepresentasikan semangat pembangunan daerah.
Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-23, “SDM Tangguh Ekonomi Tumbuh, Bersama Membangun Tanah Bumbu yang Maju dan Berdaya Saing”, logo yang terpilih diharapkan menjadi simbol optimisme dan arah pembangunan Tanah Bumbu ke depan.