TERAS7.COM – Akses jalan penghubung Muara Muning, Kabupaten Tapin menuju Balimau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), yang selama ini menjadi jalur alternatif menuju Banjarmasin, nyaris tidak dapat difungsikan akibat banjir.
Genangan air yang menutup hampir seluruh badan jalan membuat jalur tersebut berisiko tinggi dilintasi. Kendaraan mogok pun dilaporkan terjadi hampir setiap hari, terutama kendaraan dengan ground clearance rendah.
Kepala Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Hartoni, mengungkapkan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 10 hari terakhir tanpa tanda-tanda surut signifikan.
“Sudah hampir dua minggu terendam. Hampir setiap hari ada kendaraan mogok, terutama mobil kecil dan motor,” ujarnya.
Menurutnya, warga bersama pemerintah desa kerap turun langsung membantu pengendara yang mengalami kendala di tengah genangan.
“Warga selalu sigap membantu. Kami juga menyiapkan dukungan operasional untuk membantu pengguna jalan yang kesulitan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Noor, menjelaskan ketinggian air di sepanjang ruas jalan bervariasi, mulai dari 10 hingga 30 sentimeter, bahkan mencapai 50 sentimeter di beberapa titik.
Ia mengimbau pengendara untuk sementara menghindari jalur tersebut, khususnya pengguna kendaraan matik yang paling rentan mogok.
“Kalau terpaksa melintas, harus ekstra hati-hati. Tapi sebaiknya dihindari dulu sampai kondisi membaik,” tegasnya.
Selain genangan, kondisi jalan yang berlubang dan tertutup air juga meningkatkan potensi kecelakaan. Pengendara kesulitan mengidentifikasi titik-titik rawan karena tidak terlihat dari permukaan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tapin, Maria Ulfah, menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan.
“Dari hasil pemantauan, banyak kendaraan mogok hingga ke arah Balimau. Ini sangat berisiko bagi pengendara,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perhubungan Tapin telah berkoordinasi dengan pihak Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk memasang rambu peringatan di sejumlah titik strategis, termasuk dari arah Kandangan.
Selain itu, masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk membantu memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan agar tidak melintas jika tidak dalam kondisi mendesak.
Dengan kondisi yang masih tergenang, pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif lain guna menghindari risiko kerusakan kendaraan maupun kecelakaan di ruas Muara Muning–Balimau.