TERAS7.COM — Pergerakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Banjar dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang bervariasi. Meski terjadi perubahan pada sejumlah komoditas, pemerintah daerah memastikan kondisi pasar masih relatif stabil dan terkendali, Rabu (22/04/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Banjar, Rachmad Ferdiansyah, mengatakan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok terus dilakukan secara rutin terhadap sekitar 20 komoditas utama.
Berdasarkan hasil pemantauan per Selasa (21/4/2026), harga beras medium tercatat stabil di kisaran Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam ras mengalami penurunan dari Rp25.000 per kilogram pada Maret menjadi sekitar Rp23.000 per kilogram, dipengaruhi oleh ketersediaan stok yang mencukupi.
Penurunan juga terjadi pada komoditas cabai merah dan bawang merah. Harga cabai merah turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah ikut turun dari Rp45.000 ke Rp40.000 per kilogram.
Di sisi lain, minyak goreng kemasan masih menunjukkan fluktuasi. Harga yang sempat berada di Rp18.000 per liter naik menjadi Rp20.000, sebelum kembali turun tipis ke Rp19.000 per liter pada pekan ini.
Rachmad mengakui adanya dinamika harga pada beberapa komoditas, terutama yang bersifat fluktuatif. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.
“Perubahan harga memang terjadi, terutama pada komoditas tertentu. Namun secara keseluruhan masih dalam batas normal dan belum membebani masyarakat secara luas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar, lanjutnya, akan terus memperkuat pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama menjelang periode dengan peningkatan permintaan.
Dengan langkah tersebut, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.