TERAS7.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya HIV/AIDS. Memasuki pertengahan tahun 2026, fokus utama diarahkan pada deteksi dini dan penghapusan stigma di masyarakat guna memutus rantai penularan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinkes Kotabaru, Roy, menyatakan pihaknya tengah menjalankan strategi terintegrasi yang melibatkan seluruh fasilitas kesehatan primer. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sukarela menjadi kunci utama dalam pengendalian kasus.
“Kami berkomitmen untuk mencapai target Three Zeroes, yaitu nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penguatan kapasitas laboratorium di puskesmas terus kami lakukan agar akses pemeriksaan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Senada, Pengelola Program HIV Dinkes Kotabaru, Ardiansyah, menjelaskan bahwa skrining masif dilakukan pada kelompok berisiko tinggi serta ibu hamil.
“Hingga saat ini, kami terus melakukan jemput bola melalui pemeriksaan VCT. Fokus kami menemukan kasus sedini mungkin. Jika ditemukan positif, pasien langsung diarahkan mendapatkan pengobatan ARV yang tersedia di fasilitas kesehatan yang ditunjuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketersediaan obat dan reagen pemeriksaan di Kotabaru saat ini dalam kondisi aman. Masyarakat juga diimbau tidak ragu memeriksakan diri karena kerahasiaan identitas pasien dijamin oleh tenaga medis.
Selain aspek medis, Dinkes Kotabaru juga memberi perhatian pada aspek sosial. Roy menekankan dukungan keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan.
“HIV bukan lagi vonis akhir. Dengan pengobatan rutin, pasien bisa hidup produktif. Yang menjadi kendala justru stigma negatif yang membuat orang takut memeriksakan diri. Ini yang terus kami edukasikan bersama tokoh masyarakat dan media,” pungkasnya.
Melalui sinergi program dan penguatan layanan, Pemkab Kotabaru optimistis angka penularan HIV dapat ditekan secara signifikan pada tahun ini.