TERAS7.COM – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan menyatukan persepsi demi menciptakan kelancaran serta keamanan transportasi darat, sejumlah pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan strategis ini mengangkat tema “Sinergitas Stakeholder Menuju Tahun 2027 Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) di Kalimantan Selatan”.
Acara yang berlangsung produktif ini dihadiri oleh Dr. Maya Sari Dewi, S.E., M.M, Dady Fahmanadie, S.H., L.L.M, Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, kakanwil Jasa Raharja Kalsel, ketua Kadin Kalsel, kepala Badan perencanaan daerah Provinsi Kalsel, Ketua DPD Organda Provinsi Kalsel, Ketua Kanwil Kalsel, Dirlantas Polda Kalimantan Selatan beserta jajaran
Adapun yang menjadi narasumber pada acara ini yaitu, Prof. Dr. H. Hadin Muhjad, S.H., M.Hum Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Ir. Iphan Fitrian Radam, S.T., M.T IPU (Dekan Fakultas Teknik ULM), Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimatan Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Rahmida Erliyani menyampaikan bahwa permasalahan ODOL tidak bisa hanya dilihat dari kacamata penegakan hukum semata, melainkan harus melibatkan kajian akademik dan sosial yang mendalam.
“Pusat Studi Kepolisian ULM berkomitmen memberikan masukan berbasis riset agar kebijakan menuju Zero ODOL 2027 memiliki landasan yang kuat. Kita memerlukan sinergi antara regulasi yang tegas dengan kesadaran kolektif dari para pelaku usaha. Ini bukan hanya soal melarang, tapi bagaimana membangun sistem logistik yang sehat di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Rahmida menegaskan, kegiatan ini tidak hanya sebatas forum diskusi, tetapi diharapkan mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif.
“Kami berharap FGD ini menghasilkan solusi kolaboratif yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam penanganan ODOL, khususnya di Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan FGD ini juga merupakan hasil sinergi pemikiran antara PUSDI Kepolisian ULM dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, serta mendapat dukungan penuh dari Kapolda Kalsel dan Rektor ULM.
Sementara itu, Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar menyampaikan kegiatan ini merupakan insiasi dari pusat studi kepolisian ULM, untuk diketahui sekolah tinggi ilmu kepolisian memiliki 17 pusat studi, jadi untuk mejaga eksestensi pusat studi di wilayah maka di minta para polda untuk melakukan Kerjasama, kita juga akan mengundang tokoh-tokoh nasional dalam seminar nasional setelah acara FGD ini, kita akan melihat dari berbagai aspek sosial,hukum, dan ekonomi.
Beliau juga menambahkan bahwa melalui FGD ini, diharapkan muncul peta jalan (roadmap) yang jelas menuju 2027. “Kami mengedepankan edukasi dan preventif, namun penegakan hukum tetap akan berjalan secara konsisten bagi mereka yang membandel. Sinergitas dengan Dinas Perhubungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan terus kami perkuat.”
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi panel yang merumuskan langkah-langkah taktis yang akan diimplementasikan mulai semester kedua tahun ini. Dengan semangat kebersamaan, Kalimantan Selatan optimis mampu menjadi pelopor wilayah tertib lalu lintas angkutan barang di Pulau Kalimantan.