TERAS7.COM – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang dirasakan di berbagai belahan dunia, Pemerintah Kabupaten Tapin menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum memperkuat peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Mengusung tema lokal “Perempuan Berdaya, Iklim Terjaga, Tapin Maju Sejahtera,” peringatan yang dipusatkan di Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, Selasa (9/6/2026), menjadi simbol komitmen daerah dalam mendorong aksi nyata menghadapi krisis iklim dari tingkat keluarga hingga masyarakat.
Kegiatan ditandai dengan penanaman pohon buah secara bersama-sama yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi perempuan, dunia usaha, kader Program Kampung Iklim (Proklim), serta masyarakat setempat.Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tapin H. Yamani, Wakil Bupati H. Juanda, Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj. Faridah Yamani, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tapin Hj. Elya Hartati Juanda, unsur Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah Yamani, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan karena menjadi penggerak utama dalam keluarga.
Menurutnya, perubahan perilaku ramah lingkungan akan lebih mudah terwujud apabila dimulai dari rumah tangga melalui peran aktif kaum perempuan.
“Perempuan adalah sekolah pertama dalam keluarga. Ketika seorang ibu memiliki kesadaran terhadap lingkungan, maka nilai-nilai tersebut akan diwariskan kepada anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Dari rumah tangga yang peduli lingkungan, akan lahir masyarakat yang peduli terhadap masa depan bumi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TP PKK Kabupaten Tapin bersama Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong berbagai program berbasis masyarakat, mulai dari edukasi lingkungan sejak dini, pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga, hingga pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Tapin H. Yamani mengingatkan bahwa tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks. Dunia, kata dia, sedang menghadapi triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kondisi alam, tetapi juga mengancam ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga stabilitas ekonomi.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia termasuk wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Karena itu, upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegas Yamani.
Ia menambahkan, gerakan lingkungan yang melibatkan perempuan memiliki dampak jangka panjang karena mampu membangun budaya peduli lingkungan dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tapin berharap lahir semakin banyak inisiatif hijau berbasis masyarakat yang mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang memastikan generasi mendatang tetap memiliki alam yang sehat dan layak dihuni. Dari Tapin, kita ingin menunjukkan bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar bagi masa depan,” pungkasnya. (Adv)