TERAS7.COM – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti GOR Babussalam Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2026), saat ratusan santri dan santriwati dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ), dan Majelis Ta’lim Keluarga Sakinah (MTKS) di bawah naungan Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Banjarbaru mengikuti Wisuda Akbar 2026.
Para wisudawan tampil mengenakan toga didampingi ustadz dan ustadzah pembimbing. Sementara para orang tua yang hadir tampak larut dalam suasana haru dan bangga menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an.
Wisuda Akbar tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri dan santriwati yang telah berhasil menyelesaikan masa pembelajaran dengan baik.
“Menyaksikan prosesi Wisuda Akbar ini patut membuat kita semua bangga, karena putra-putri kita telah berhasil menjalani masa pembelajarannya dengan baik. Maka pada kesempatan yang membahagiakan ini, saya menyampaikan selamat sekaligus rasa bangga kepada anak-anakku semua, para santri dan santriwati, yang pada hari ini diwisuda,” ujarnya.
Lisa mengatakan keberhasilan para santri tidak lepas dari dukungan orang tua serta dedikasi para ustadz dan ustadzah yang selama ini membimbing dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada BKPAKSI Kota Banjarbaru beserta seluruh tenaga pendidik yang dinilai berhasil membentuk generasi muda berkarakter Qur’ani dan memiliki fondasi spiritual yang kuat.
“Segala upaya dan dedikasi saudara-saudara telah membuahkan hasil yang membanggakan, karena berhasil membina mental spiritual generasi penerus yang Qur’ani sehingga para santri dan santriwati dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Lisa mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Menurutnya, para santri harus terus belajar dan semakin mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Ia menegaskan pembangunan Kota Banjarbaru ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan landasan keimanan yang kuat.
“Pembangunan Kota Banjarbaru membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki landasan iman, karakter yang kuat, serta nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lisa berharap para santri yang diwisuda dapat terus mengembangkan diri dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
Suasana haru mencapai puncaknya saat prosesi pemindahan kuncir toga dan penyerahan syahadah dilakukan. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan sekaligus awal perjalanan baru bagi ratusan santri untuk terus belajar, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, dan menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi Banjarbaru di masa depan.