TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya bersih dengan menggelar aksi gotong royong (korve) massal di kawasan Pasar Tradisional Keraton Rantau, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang melibatkan sekitar 500 peserta ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ratusan peserta dari berbagai unsur mulai dari perangkat daerah, perusahaan, TNI, Polri, personel Brimob, hingga masyarakat turun langsung membersihkan kawasan pasar yang selama ini menjadi salah satu titik dengan volume sampah cukup tinggi di Kabupaten Tapin.
Bupati Tapin H. Yamani hadir langsung bersama unsur Forkopimda untuk memimpin kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan daerah di tengah aksi korve menjadi simbol bahwa persoalan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Yamani, gerakan korve merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di seluruh daerah.
“Ini bagian dari arahan Bapak Presiden agar kita semua meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kebersihan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kami ingin budaya bersih ini menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya kegiatan sesaat atau seremonial. Jika kesadaran itu tumbuh, maka lingkungan yang bersih akan menjadi bagian dari karakter masyarakat Tapin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, H. Nordin, menjelaskan bahwa Pasar Keraton dipilih sebagai lokasi korve karena merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan sampah.
“Ini termasuk wilayah yang sering menimbulkan penumpukan sampah. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.
Nordin menambahkan bahwa kegiatan korve akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tapin. Setiap Selasa, kegiatan dilaksanakan di lingkungan kantor masing-masing selama 30 menit sebelum jam kerja, sedangkan setiap Kamis difokuskan pada lokasi-lokasi publik yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain pembersihan sampah, gerakan tersebut juga mencakup penanaman pohon, pemeliharaan ruang terbuka hijau, serta penertiban spanduk dan baliho yang mengganggu estetika lingkungan.
“Untuk hari ini fokus utama kita adalah membersihkan sampah di kawasan pasar. Ke depan kegiatan ini akan terus diperluas ke berbagai lokasi lainnya seperti ruang terbuka hijau, hutan kota, dan fasilitas publik lainnya,” jelasnya.
Melalui gerakan korve massal ini, Pemerintah Kabupaten Tapin berharap tercipta perubahan pola pikir masyarakat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ratusan peserta dari berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membangun Kabupaten Tapin yang bersih dan berdaya saing.