TERAS7.COM – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Tapin diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak 2.200 bibit tanaman buah dibagikan kepada masyarakat dalam gerakan penghijauan yang dipusatkan di Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan kader, kelompok perempuan, dan masyarakat tersebut juga dirangkai dengan penanaman simbolis pohon durian sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Raden Chandra Nugraha Putra Soepena, mengatakan pembagian bibit buah sengaja dipilih karena memiliki manfaat ganda, yakni mendukung penghijauan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
“Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi mendatang. Nantinya hasilnya bisa dinikmati keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Chandra, tantangan terbesar dalam gerakan penghijauan bukan terletak pada proses penanaman, melainkan pada komitmen merawat tanaman hingga tumbuh dan berbuah.
“Menanam itu mudah. Yang lebih penting adalah memastikan pohon tersebut hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat,” katanya.
Gerakan penghijauan yang dilakukan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini juga menjadi upaya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Dengan menanam pohon di pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya membantu meningkatkan kualitas udara dan menjaga ketersediaan air, tetapi juga berkontribusi dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Sebelumnya, rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kabupaten Tapin telah diisi berbagai kegiatan, mulai dari aksi bersih lingkungan di sekolah, desa, hingga kelurahan sebagai bagian dari gerakan kolektif membangun budaya peduli lingkungan.
Bupati Tapin dalam kesempatan tersebut berharap gerakan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi kebiasaan yang terus dilakukan masyarakat.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi budaya bersama. Kita ingin pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh besar, memberikan manfaat, dan menjadi warisan lingkungan yang baik bagi generasi mendatang,” tutupnya.