TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin menyiapkan langkah besar dalam penguatan identitas budaya daerah. Motif terbaik dalam Lomba Desain Sasirangan Khas Tapin Tahun 2026 akan ditetapkan sebagai motif resmi yang digunakan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapin.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Tapin H. Yamani saat membuka Lomba Desain Motif Sasirangan Khas Tapin bertema “Motif Ayunan Maulid”, yang diikuti para pengrajin, desainer, dan pegiat ekonomi kreatif daerah.
Menurut Yamani, lomba ini bukan sekadar ajang mencari desain terbaik, melainkan upaya melahirkan identitas budaya baru yang berakar dari tradisi khas Tapin sekaligus mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Motif yang meraih juara pertama nantinya akan kita jadikan salah satu motif resmi pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapin. Ini bentuk penghargaan terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah,” ujarnya.
Tema Ayunan Maulid dipilih karena memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah, tradisi keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat Tapin. Tradisi tersebut selama ini menjadi simbol kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus cerminan nilai kebersamaan yang diwariskan lintas generasi.
Bupati menilai sasirangan tidak boleh hanya dipandang sebagai produk kerajinan semata, tetapi harus berkembang menjadi media pelestarian budaya dan sarana memperkenalkan karakter daerah kepada masyarakat luas.
Karena itu, para peserta ditantang menerjemahkan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Ayunan Maulid ke dalam motif yang inovatif, memiliki nilai estetika tinggi, dan tetap mencerminkan jati diri Tapin.
“Melalui kreativitas para desainer dan pengrajin, kita ingin lahir motif yang benar-benar merepresentasikan Tapin. Bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki makna budaya yang kuat,” katanya.
Penyelenggaraan lomba ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan hadirnya motif khas yang memiliki identitas kuat, sasirangan Tapin diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pemkab Tapin berharap karya-karya yang lahir dari kompetisi tersebut dapat menjadi warisan budaya baru yang membanggakan serta memperkuat posisi sasirangan sebagai salah satu ikon daerah di Kalimantan Selatan.