TERAS7.COM – PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pelayanan distribusi air bersih yang terjadi selama proses pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) 250 dan 500 milik BPAM Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan.
Gangguan pelayanan tersebut terjadi seiring pelaksanaan pemeliharaan IPA BPAM Banjarbakula yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026. Kegiatan tersebut berdampak pada distribusi air di sejumlah wilayah layanan PTAM Intan Banjar.
Manajemen PTAM Intan Banjar menjelaskan, pemeliharaan yang dilakukan BPAM Banjarbakula bertujuan menjaga keandalan sistem penyediaan air minum sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat tetap optimal dalam jangka panjang.
Selama proses pemeliharaan berlangsung, pelanggan berpotensi mengalami penurunan tekanan air maupun gangguan aliran di sejumlah wilayah. Selain itu, saat distribusi kembali normal, air juga dapat terlihat keruh akibat endapan yang berada di jaringan pipa.
Untuk mempercepat pemulihan layanan, PTAM Intan Banjar terus berkoordinasi secara intensif dengan BPAM Banjarbakula agar distribusi air dapat segera kembali normal.
“PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) terus berupaya mempercepat normalisasi distribusi air serta berkoordinasi dengan BPAM Banjarbakula agar pelayanan segera kembali optimal,” demikian keterangan PTAM Intan Banjar.
Bagi pelanggan yang mendapati kondisi air masih keruh setelah aliran kembali normal, PTAM Intan Banjar mengimbau agar membuka keran selama beberapa menit hingga air kembali jernih. Apabila kondisi tersebut masih berlanjut, pelanggan diminta menghubungi layanan pelanggan PTAM Intan Banjar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi seluruh wilayah pelayanan Martapura, Banjarbaru, Landasan Ulin hingga Liang Anggang, Trikora, Tatah Belayung, Tatah Pelatar, serta Tembikar Kanan.
PTAM Intan Banjar juga menyampaikan apresiasi atas pengertian, kesabaran, dan kepercayaan pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung, seraya memastikan upaya normalisasi distribusi air terus dilakukan hingga pelayanan kembali optimal.