TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar mendorong percepatan musim tanam padi di Kecamatan Martapura Barat sebagai langkah mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.
Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan pompa air untuk mempercepat suplai irigasi ke lahan pertanian. Langkah tersebut dinilai penting agar proses tanam tidak mengalami penundaan akibat keterbatasan pasokan air.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, meminta petani segera memanfaatkan atau meminjam pompa air yang tersedia untuk mendukung kebutuhan irigasi.
Menurutnya, percepatan suplai air akan membantu petani memulai musim tanam sesuai waktu yang telah direncanakan.
“Segera manfaatkan atau pinjam pompa air agar suplai irigasi bisa dipercepat. Dengan begitu, musim tanam diharapkan dapat dimulai tanpa mengalami penundaan,” ujar Warsita.
Selain persoalan irigasi, Warsita juga menyarankan petani menggunakan varietas padi berumur genjah atau berumur pendek.
Penggunaan varietas tersebut dinilai dapat mempercepat masa panen sehingga petani memiliki waktu tanam yang lebih efisien dan dapat mengantisipasi perubahan cuaca yang berpotensi mengganggu siklus pertanian.
“Dengan menggunakan varietas yang berumur pendek, masa panen bisa lebih cepat sehingga dapat mengantisipasi ancaman perubahan cuaca,” jelasnya.
Dorongan tersebut disampaikan saat monitoring program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor pertanian di wilayah Kecamatan Martapura Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Warsita bersama rombongan turun langsung meninjau kondisi lahan pertanian dengan menyusuri sungai menggunakan perahu.
Monitoring dilakukan untuk melihat kesiapan areal yang akan ditanami sekaligus memastikan kondisi lahan dan tata air mendukung percepatan musim tanam.
Camat Martapura Barat, Rabani, mengatakan pelaksanaan program CSR di sektor pertanian menunjukkan perkembangan positif dan mendapat antusiasme dari masyarakat.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya keterbatasan fasilitas jembatan yang dapat digunakan untuk mendukung mobilisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) saat melintasi saluran air.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah mendorong petani mengoptimalkan langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat penanaman.
Terlebih, siklus banjir tahunan menjadi salah satu kondisi yang perlu diantisipasi agar tidak mengganggu masa tanam maupun produksi padi.
Warsita menekankan percepatan tanam menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Banjar.