TERAS7.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk memperkuat program Satu Desa Satu Sarjana. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana ULM, Senin (28/9/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di desa-desa Kabupaten Barito Kuala. Melalui program tersebut, pemuda dan pemudi dari berbagai desa diharapkan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan sarjana di ULM.
Ketua MUI Kabupaten Barito Kuala, K.H. M. Abda’i Rathami, S.Ag., mengatakan program Satu Desa Satu Sarjana merupakan bentuk komitmen untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
“Program Satu Desa Satu Sarjana adalah komitmen bersama untuk memastikan anak-anak di pelosok desa mendapatkan kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan tinggi. Kami berharap lulusan program ini nantinya menjadi penggerak pembangunan dan keteladanan di desanya masing-masing,” ujar Abda’i Rathami.
Menurutnya, lulusan program tidak hanya diharapkan memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk memberikan kontribusi bagi daerah asal.
Dari pihak ULM, penandatanganan MoU dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si. Selain itu, hadir Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Koordinator Bagian Kemahasiswaan beserta staf, serta Subkoordinator Kerja Sama beserta staf.
Rusmin menyambut positif kerja sama tersebut. Ia mengatakan ULM siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program, termasuk dalam aspek pendampingan akademik dan pengembangan kapasitas mahasiswa.
“ULM berkomitmen penuh mendukung program inklusif ini. Sebagai perguruan tinggi negeri di Kalimantan Selatan, kami siap memfasilitasi pendampingan akademik serta ruang pengembangan diri bagi para mahasiswa peserta program agar mereka lulus menjadi sarjana yang unggul dan berdaya saing,” kata Rusmin.
Kerja sama MUI Barito Kuala dan ULM juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Mahasiswa yang mengikuti program diharapkan dapat mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah asal.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan teknis terkait mekanisme seleksi calon penerima program, pola pendampingan mahasiswa, hingga skema keberlanjutan program pada tahun akademik mendatang.
Melalui kerja sama tersebut, MUI Barito Kuala dan ULM berupaya membangun akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat desa sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia berpendidikan yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan di daerah masing-masing.