TERAS7.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) melanjutkan dukungan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengadaan mesin pompa untuk melengkapi lima titik sumur bor di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut.
Penyerahan bantuan mesin pompa tersebut dihadiri Manager PLN UP3 Palangka Raya, Bagus Cahyadi. Bantuan ini merupakan kelanjutan dari dukungan PLN sebelumnya berupa pembangunan lima titik sumur bor bagi kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Bangaris dan BPK Karanggan.
Bagus menjelaskan, kesiapan sarana pemadaman perlu didukung akses sumber air dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan relawan. Dengan adanya mesin pompa, sumber air dari sumur bor diharapkan lebih mudah dimanfaatkan saat petugas melakukan penanganan kebakaran.
“Dukungan ini merupakan kelanjutan dari penyediaan sumur bor yang telah dibangun sebelumnya. Dengan dilengkapinya sarana tersebut melalui mesin pompa, kami berharap relawan BPK Bangaris dan BPK Karanggan memiliki dukungan yang lebih memadai untuk menjangkau sumber air dan merespons potensi karhutla di wilayahnya,” ujar Bagus.
Perwakilan BPK Karanggan, Arliandie, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN Peduli. Ia mengatakan, keterbatasan sumber air dan jangkauan peralatan menjadi tantangan bagi relawan ketika melakukan pemadaman di kawasan gambut.
“Terima kasih kepada PLN Peduli atas dukungan yang diberikan. Adanya sumur bor yang dilengkapi mesin pompa menjadi tambahan sarana bagi kami untuk memenuhi kebutuhan air saat pemadaman. Kami berharap fasilitas ini dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu melindungi lingkungan serta masyarakat sekitar,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengapresiasi kolaborasi dengan pemerintah setempat dan para relawan dalam memperkuat mitigasi karhutla. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan dan permukiman, tetapi juga berpotensi berdampak pada aset jaringan serta infrastruktur kelistrikan.
“Karhutla membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Bagi PLN, dampaknya juga berkaitan langsung dengan aset jaringan listrik yang berpotensi terdampak ketika api meluas. Karena itu, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan perlu diperkuat bersama masyarakat, pemerintah, dan relawan agar risiko dapat ditekan sejak dini,” tutur Iwan.
Ia menambahkan, dukungan TJSL PLN Peduli diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Sinergi dengan kelompok BPK menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan wilayah sekaligus mengurangi risiko karhutla di sekitar permukiman dan infrastruktur kelistrikan.
Melalui dukungan tersebut, PLN UID Kalselteng berharap lima sumur bor yang dilengkapi mesin pompa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh relawan. Perawatan fasilitas secara bersama juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan manfaatnya dalam mendukung penanganan karhutla di Kelurahan Tanjung Pinang, Palangka Raya.