TERAS7.COM – Hujan deras yang mengguyur kawasan Paringin dan sekitarnya, Kabupaten Balangan, Minggu (25/10/2026) sore, membantu mengurangi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir membatasi jarak pandang dan mengganggu aktivitas warga.
Hujan tersebut merupakan hasil operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, membenarkan bahwa hujan yang turun merupakan hasil intervensi teknologi melalui penyemaian awan.
“Ini merupakan hujan buatan hasil operasi modifikasi cuaca,” ungkap Rahmi, Minggu (25/10/2026).
Menurut Rahmi, operasi modifikasi cuaca dilakukan karena wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Balangan, belum memasuki musim penghujan.
“Rilis BMKG menyebutkan kita belum memasuki musim penghujan. Baru pertengahan November nanti memasuki transisi musim penghujan. Makanya, hujan saat ini masih bersifat lokalan dan belum menyeluruh,” jelasnya.
Turunnya hujan disambut lega oleh warga yang sebelumnya terdampak kabut asap. Rahmat (45), warga Paringin, mengaku asap yang menyelimuti kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir membuatnya mengalami sesak napas dan mata perih.
“Alhamdulillah hujannya lumayan deras dan cukup lama. Kabut asap yang beberapa hari ini bikin sesak napas dan mata perih langsung bersih,” ujarnya.
Ia berharap operasi modifikasi cuaca terus dimaksimalkan selama kondisi kemarau masih berlangsung, sehingga dampak karhutla terhadap masyarakat dapat dikurangi.
“Mudah-mudahan hujan ini juga membasahi kawasan hutan secara merata dan memadamkan sisa-sisa titik api,” pungkasnya.