Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Menghadapi Anak yang Kecanduan Gawai, Begini Peran dan Sikap Orang Tua
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Menghadapi Anak yang Kecanduan Gawai, Begini Peran dan Sikap Orang Tua

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 18 Agustus 2019, 11.48
Share
accounts blur button 267350 1
Sumber foto: Pexels.com
SHARE

TERAS7.COM – Kecanduan internet, komputer maupun gawai, hal tersebut membuat khawatir orang tua terhadap anaknya. Untuk mengatasinya banyak orang tua membuat berbagai aturan serta batasan agar anak tidak kecanduan. Peraturan yang umumnya diterapkan para orangtua adalah membatasi waktu penggunaannya. Ada banyak alasan mengapa dibatasi, umumnya orangtua takut anak-anaknya hanya duduk nonton Youtube.

Istilah gawai kurang popular di masyarakat. Gawai  adalah peranti atau peralatan yang memiliki tujuan serta fungsi yang spesifik didesain lebih modern, canggih dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. Contoh gawai notebook atau laptop merupakan peralatan elektronik hasil dari pembaharuan dari teknologi sebelumnya, komputer. Handphone atau smartphone yang merupakan hasil dari pembaharuan teknologi telepon rumah.

Ada banyak pertanyaan yang mungkin mengganjal terutama para orangtua, berapa lamakah waktu pemakaian gawai, apakah pada waktu akhir pekan, dua jam sehari atau menggunakannya bersama orang tua?

Lucian Teo, User education dan Outreach Manager, trust and safety Google APAC, menyampaikan bahwa kesalahan orangtua hanya fokus saat pada alat yang digunakan, seharusnya juga perhatikan perilakunya.

Seperti dilansir di Kompas.com,  saat acara Keluarga Cerdas Berinternet di Google, Jakarta beberapa waktu lalu, Lucian Teo menjelaskan perilaku anak harus diperhatikan, apa yang sebenarnya orang tua inginkan. Misalnya orang tua melihat anak menggunakan gawai pada saat acara makan bersama maka orangtua bisa dengan mudah mengarahkannya.

Baca juga :

Deteksi Dini Anak Adiksi Gadget, Ibu di Tanah Bumbu Diminta Lebih Peka

Cahaya Al-Qur’an dari Kalimantan: MTQMN XVIII di ULM Berakhir Penuh Keberkahan

ULM Jadi Tuan Rumah, MTQMN XVIII Resmi Dibuka

Karena dimanapun anak-anak tetap akan bisa menggunakan gawai dimanapun dan anak harus tetap belajar bagaimana caranya menggunakan teknologi.

Menurut Lucian sebaiknya orang tua mengajak anak untuk menjadi creator dibandingkan harus menyita gawainya. Misalnya, suruh anak membuat daftar video mana yang dianggap bagus dan mana yang tidak bagus. Bisa juga mengajak anak membuat video bersama.

Kembali kepada pertanyaan awal, pada dasarnya tidak ada patokan berapa lama waktu ideal anak menggunakan dawai.

Menurut penelitian terbaru, yang terpenting adalah apa yang anak-anak lakukan dengan gawai. Contohnya: anak-anak menggunakan dawai dalam waktu yang lama tapi untuk kebutuhan mengerjakan tugas, tentu tidak apa-apa.

Apa yang diungkapkan Lucitan sama halnya dengan American Association of Pediatrics (AAP) yang menyebutkan tidak ada batas waktu berapa lama menggunakan dawai, namun alangkah lebih baik jika anak-anak diberi saran bagaimana seharusnya menggunakan internet dan gawai.

Para orangtua harus turut serta aktif belajar teknologi bersama anak dan menerapkan batasan atau peraturan yang sehat.

Hal ini dituturkan pula oleh Tari Sandjojo Direktur Akademik Sekolah Cikal menurutnya semakin besar usia anak, maka orangtua harus bisa lebih aktif melakukan mediasi dengan anak. Kadang orangtua mengungkapkan perasaan yang kurang tepat, misalnya dengan marah-marah.

Gunakan komunikasi yang tepat dan efektif. Orangtua juga harus melek teknologi dan mengenali games, video apa yang disukai anak. Tidak ada salahnya bermain games bersama anak sambil ngobrol bersama.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
8 Reviews 8 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Deteksi Dini Anak Adiksi Gadget, Ibu di Tanah Bumbu Diminta Lebih Peka

Cahaya Al-Qur’an dari Kalimantan: MTQMN XVIII di ULM Berakhir Penuh Keberkahan

ULM Jadi Tuan Rumah, MTQMN XVIII Resmi Dibuka

Netflix Rilis Squid Game 2, Berikut Sinopsisnya

Dari Desa Pinggiran, Pemanjat Pohon Kelapa Jadi Wakil Walikota

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?