TERAS7.COM – Sebagai salah satu perwujudan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Banjarbaru, Pemko Banjarbaru melalui Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) menggelar Forum Konsultasi Publik Kota Banjarbaru di Gedung Bina Satria Banjarbaru, Kamis (22/8).
Forum yang dibuka langsung oleh Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani ini dihadiri oleh Walikota Banjarbaru periode 2010-2015, Ruzaidin Noor, Dirut RSDI Banjarbaru, dr Endah Labati, Camat/Lurah se Kota Banjarbaru, forum RT/RW dan undangan lainnya.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Nadjmi Adhani dalam sambutannya, bahwa esensi tugas dari pemerintah adalah memberikan pelayanan di samping membuat regulasi aturan mainnya.
Forum konsultasi publik adalah untuk memperoleh pemahaman hingga mendapatkan solusi antara penyelenggara pelayanan/pemerintah dengan masyarakat. Misalnya membahas rancangan pelayanan, penerapan, dampak dan juga evaluasinya.
Seusai menghadiri pembukaan, kepada sejumlah awak media, Nadjmi menyampaikan bahwa forum ini ntuk mengevaluasi layanan publik, seperti menyampaikan standar kualitas layanan, persyaratan dan aturan mainnya (SOP).
“Bagaimana keinginan publik/masyarakat, kemudian kita rundingkan. Setelah itu kita buat dipenghujung nanti kesepakatan/janji layanan publik kita,” kata Nadjmi.
Nadjmi menambahkan bahwa forum konsultasi hari ini berfokus pada rumah sakit, juga kecamatan/kelurahan untuk sosialisasi awal. Sebelumnya, rumah sakit sudah membuat komitmen layanan publik dengan standar yang semestinya, kemudian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Sehingga kota dengan visinya sebagai kota pelayanan itu terukur standar atau janjinya dengan masyarakat,” tambah Nadjmi.
Selain itu, kalau kita evaluasi, kata Nadjmi, secara umum tingkat kepuasan layanan publik di Kota Banjarbaru relatif bagus. Artinya pengaduan masyarakat jauh berkurang, seperti layanan yang lambat mapun bertele-tele. “Kami coba benahi dan kita terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan publik,” kata Nadjmi.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru, dr Endah Labati menyampaikan bahwa untuk meningkatkan pelayanan diperlukan komitmen bersama. “Komitmen tersebut antara masyarakat, tokoh agama/masyarakat, akademisi, dengan penyelenggara pelayanan publik,” terangnya.