TERAS7.COM – Bunda PAUD Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Banjarbaru Siti Hamdah, dan Kepala Dinas Dalduk KB PMM dan PA Kota Banjarbaru Puspa Kencana menghadiri sekaligus membuka Acara Gerakan Edukasi “Makan Ikan cegah Stunting untuk Anak Usia Dini” se Kota Banjarbaru pada Jumat (15/11).
Acara yang digagas oleh HIMPAUDI Kota Banjarbaru di Hutan Wisata Pinus Kelurahan Mentaos Banjarbaru dihadiri HIMPAUDI Provinsi Kalsel, Bunda Paud kecamatan dan kelurahan se Kota Banjarbaru dan undangan lainnya.
Ketua HIMPAUDI Kota Banjarbaru, Norhayati mengungkapkan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat dan Surat dari KKP No. 12720/PDS.3.3/TU.210/XI/2019 tentang Gerakan Edukasi “Ayo Makan Ikan Cegah Stunting” di PAUD serentak seluruh Indonesia pada tanggal 21 November 2019.
“Tujuan dan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tumbuhnya minat suka makan ikan sehat dan bergizi sejak usia dini,” ujarnya.

Norhayati meminta agar Gerakan Edukasi Ayo Makan Ikan Cegah Stunting yang akan digelar serentak di Kota Banjarbaru pada tanggal 21 November 2019 nanti dapat didukung di lembaga PAUD masing-masing oleh bunda bunda PAUD sehingga terwujudnya anak Indonesia yang sehat.
Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Ririen Nadjmi Adhani mengatakan Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), seperti kegagalan pertumbuhan, berat badan lahir rendah, pendek atau yang biasa disebut stunting.
“Dimana perkembangan selanjutnya seorang anak yang kurang gizi akan mengalami hambatan kognitif dan kegagalan pendidikan sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas di masa dewasa. Ini bisa dialami oleh anak-anak yang mendapatkan gizi buruk, terkena infeksi berulang, dan stimulasi psikososialnya tidak memadai,” terangnya
Di Indonesia ujar Ririen, stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang perlu menjadi sorotan, sehingga dengan meningkatkan dan menggalakan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (GEMARIKAN), diharapkan dapat lebih meningkatkan status gizi masyarakat, terutama untuk anak anak usia dini dalam rangka pencegahan stunting.
“Mengkonsumsi ikan sejak dini menjadi penting karena banyaknya kandungan gizi pada ikan yang sangat baik untuk kecerdasan otak, pertumbuhan dan perkembangan anak. Makanan yang akan kita konsumsi hendaknya mengandung gizi yang tinggi, tidaklah harus yang mahal,” ungkapnya.
Menurut Ririen, makanan dengan gizi yang tinggi dapat kita peroleh dari ikan, karena ikan yang merupakan bahan pangan yang sangat baik bagi tubuh manusia karena ikan mengandung zat-zat yang dibutuhkan seperti protein, mineral, asam amino dan terutama omega 3 yang tinggi.
Mengingat manfaat makan ikan sangat baik untuk pencegahan stunting dan kesehatan tubuh, ia mengajak seluruh masyarakat Kota Banjarbaru terutama kepada para orang tua yang memiliki anak usia dini untuk lebih membiasakan buah hatinya mengkonsumsi ikan.
“Karena anak-anak pada usia 0-5 tahun atau biasa disebut masa golden age, pembentukan system saraf secara mendasar sudah terjadi, dan pertumbuhan serta perkembangannya terjadi secara optimal. Untuk itu masa lima tahun pertama usia anak adalah masa kritis. Masa ini merupakan masa yang menjadi basis, landasan, dan fondasi berbagai aspek perkembangan. Dengan diberikan stimulasi makanan yang sehat dan bergizi, tentunya diharapkan dapat membuat pertumbuhan anak usia dini menjadi lebih optimal. Masalah kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu perlu dukungan dari semua pihak dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” harapnya.