TERAS7.COM – Perbaikan bangunan Gedung II Lantai II Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarbaru dinilai ganjil. Pasalnya bagian pintu dan jendela yang baru itu dibiarkan terbuka tanpa dibangunkan penutupnya.
Tentu saja hal ini menuai pertanyaan oleh sebagian mahasiswa yang biasa memperhatikan bangunan tua tersebut.
Seperti yang disampaikan salah seorang Mahasiswa, Oetaya, menurutnya, hasil perbaikan bangunan yang diprakarsai oleh pihak kampus ULM itu sangatlah ganjil.
Lantaran sebelum diperbaiki, pintu tersebut memiliki penutup. Bahkan sebagian dinding yang posisinya tidak jauh dari pintu di jebol, dibuat persegi seukuran 1 x 1 meter juga tanpa ada penutupnya.
“Serem juga ngeliatnya. Andai tidak ada mahasiswa yang ngepost disana, bisa ngacir diliat pas malam hari,” ungkapnya kepada teras7.com, Sabtu (16/2).

Sebagai warga kampus yang sudah lama kuliah di ULM, awalnya Oetaya mengira perbaikan belum selesai. Setelah beberapa bulan, ternyata bagian pintu masih belum ditutup.
“Saya heran, mahasiswa di kampus ini banyak, otomatis anggaran dari iuran mahasiswanya pastilah juga besar. Masa memasang penutup satu pintu dan 2 jendela perlu berbulan-bulan,” pikirnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM Kota Banjarbaru, Agustiana, saat di Konfirmasi melalui Via Whatsapp menerangkan, gedung tersebut memang sengaja direhab untuk dialihfungsikan sebagai ruang perkuliahan. Kendati, jumlah mahasiswa kampus FPK semakin tahun terus mengalami lonjakan.
Namun, saat ditanya sebab belum dipasangnya penutup pada bangunan tersebut ia enggan memberikan komentar. Malah Agustiana mengaku, tak mengetahui secara detil rencana anggaran biaya (RAB) proyek tersebut. Karena dilaksanakan di era Dekan sebelumnya, Fahmi Ansyari.
“Maaf saya kurang tau. Masalah ini sebenarnya bukan ranah saya. Apalagi perbaikannya pun pada tahun anggaran 2019. Saya duduk di kursi dekan setelah anggaran itu habis,” bebernya kepada Reporter ini.
“Kalau mau tau pasti tanyakan dengan dekan yang lama,” tandas wanita yang akrab disapa Ibu Agus.