Hiburan untuk Anak-anak Korban Banjir
TERAS7.COM – Para driver ojek online di Kabupaten Balangan, Sanggamku, bersama dengan Milanisti (grup fans klub sepakbola asal Italia Ac Milan) Balangan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Balangan, dan Sarjana Psikologi menghibur anak-anak korban banjir di Kecamatan Hantakan, Balangan.
Mereka selama sepekan membuka donasi untuk korban banjir di Kecamatan Hantakan, dan berkesempatan untuk menjumpai anak-anak korban banjir di Desa Alat Kecamatan Hantakan. Rombongan datang dengan membawa misi pemulihan trauma pada anak korban bencana sekaligus memberikan donasi berupa kebutuhan bahan pokok beserta perabotan rumah tangga.
Setibanya di lokasi rombongan disambut langsung oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) 03, Syahruji. Disana ternyata anak-anak yang telah lama menanti kedatangan mereka di lokasi yang telah mereka rencanakan.

Sedih Mendengarkan Curhatan Anak-anak
“Selama kegiatan berlangsung tidak kurang dari 40 anak-anak berkumpul di tenda untuk mengikuti pemulihan trauma diserta games untuk meningkatkan semangat hidup para anak korban bencana,” kata Ares Maldini salah seorang anggota dari grup Milanisti Balangan, kepada Teras7, Selasa (02/02/21).
Dilanjutkan oleh dia, tidak sedikit dari raut para relawan kami yang berada di lokasi meneteskan air mata, setelah mendengarkan curhatan anak-anak yang menceritakan awal kejadian saat banjir datang.
“Seperti Rizky yang baru berumur 2 tahun, menunjuk lokasi sungai saat ini, tapi ternyata disanalah dahulu rumahnya berdiri, namun akibat banjir tersebut rumahnya tidak ada lagi,” kata Ares Maldini menceritakan kisah Rizky.
Dengan kedatangan tim relawan psikologi dan kawan-kawan, harapannya dapat meningkatkan semangat hidup kepada anak-anak korban banjir tersebut.
“Yang mungkin selama ini sering dihantui rasa ketakutan dan mudah- mudahan bisa dengan ini membuat keceriaan jiwa dalam bersosialisasi di kesehariannya,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan tidak luput dari pelukan erat anak-anak korban banjir kepada relawan yang datang sambil membisikan di telinga harapan mereka kepada tim relawan.
“Kami kada minta baju atau mainan kaya hari ini kak ai, kami handak minta kawani dengan pian-pian sebarataan, ulun senang dihibur lawan pian kak ai, ulun kada kawa sekolah lagi, itu yang diucapkan, di pesankan dari salah satu gadis belia berumur 8 tahun,” ungkap Ares Maldini.
