TERAS7.COM – Pasca banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar, berdampak pula pada banyak infrastruktur.
Salah satunya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura.
Pasca diterpa banjir, kondisinya saat ini masih terlihat berserakan dengan buku-buku pelajaran dan perlatan fasilitas sekolah yang rusak akibat terendam banjir.
PKBM Nur Huda Dan PAUD Kenanga yang ada di Desa Murung Kenanga salah satu pusat pembelajaran untuk masyarakat maupun pendidikan untuk anak usia dini.
Salah satu pengurus PKBM Nur Huda, Khairuddin saat ditemui di lokasi pada hari Senin (8/2) mengungkapkan seperti kondisi PKBM Nur Huda dan PAUD Kenanga saat ini cukup parah dari sarana gedung masih berantakan dengan buku-buku dan beberapa fasilitas kantor yang rusak akibat banjir.
“Seperti ini lah kondisi PKBM dan PAUD masih berantakan, buku-buku rusak hampir 60 persen, dan alat kantor seperti printer juga ikut rusak dengan faslitas lainnya, walaupun sempat ada pembersihan 1 kali dilakukan, namun masih banyak yang harus dilakukan pemulihan agar kembali seperti semula,” jelasnya.

Semenjak banjir menyurut, PKBM dan PAUD ini sudah ditinjau oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar yang mana dilakukan pembersihan tahap pertama dan pendataan kerusakan yang dialami.
Khairuddin menambahkan, PKBM Nur Huda sebelumnya telah menerima bantuan 15 unit komputer dari kementerian dan untungnya bantuan tersebut bisa terselamatkan dari banjir karena sempat dilakukan antisipasi darurat saat banjir mulai meninggi pada saat itu.
“Alhamdulillah sempat bisa diselamatkan 15 komputer bantuan dari kementerian ini, karena ini aset penting untuk melakukan ujian online paket A hingga paket C,” ungkapnya.
Khairuddin berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar bisa memberikan bantuan untuk pemulihan PKBM dan PAUD beserta sekolah-sekolah lainnya, untuk sarana prasarana ataupun buku-buku beserta alat tulisnya bisa dibantu untuk diusulkan ke Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI (Kemendikbud).
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mengungkapkan akan terus mendata dan meninjau langsung sekolah-sekolah, PKBM dan PAUD yang terdampak banjir beserta kerusakan yang dialami mulai dari rusak berat hingga rusak ringan.