Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Satu-Satunya Gedung Peninggalan Belanda Di Martapura, Kini Menjadi Markas Kuli Tinta
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Satu-Satunya Gedung Peninggalan Belanda Di Martapura, Kini Menjadi Markas Kuli Tinta

Rizki Saputera
Rizki Saputera 22 Maret 2021, 20.09
Share
Kini gedung yang terletak di Jalan Pangeran Hidayatullah Kelurahan Keraton Martapura ini menjadi markas para wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Banjar
Kini gedung yang terletak di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Keraton, Martapura ini menjadi markas para wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Banjar
SHARE

TERAS7.COM – Kota Martapura yang menjadi ibukota Kabupaten Banjar merupakan salah satu dari beberapa kota di Kalimantan Selatan yang berumur cukup tua, bahkan sempat menjadi ibukota Kesultanan Banjar di masa lalu.

Di saat bersamaan, di kota berjuluk Serambi Mekkah ini juga terdapat perkantoran pemerintah kolonial Belanda, terlebih saat dibubarkannya Kesultanan Banjar oleh Belanda pada 11 Juni 1860.

Otomatis, pemerintahan saat itu dipegang langsung oleh Pemerintah Belanda dan tak jarang mengikutsertakan pribumi untuk menjalankan pemerintahan.

Kini, perkantoran Pemerintah Belanda di Martapura nyaris hilang tanpa bekas, kecuali satu gedung yang kini menjadi kantor Radio Suara Banjar, Intan TV dan Media Center yang menjadi markas kuli tinta di Kabupaten Banjar.

Gedung ini sendiri memiliki arsitektur yang unik dengan pintu dan jendela dari kayu ulin yang ukurannya cukup besar dan dindingnya yang tebal.

Pintu Besi yang berada di depan Gedung ini dulunya merupakan jalan masuk menuju tempat penahanan yang ada di bawah tanah
Pintu Besi yang berada di depan Gedung ini dulunya merupakan jalan masuk menuju tempat penahanan yang ada di bawah tanah

Gedung yang ada di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Keraton berseberangan dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) dan bersebelahan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar ini kemungkinan dibangun pada tahun 1930-an.

Hal ini diungkapkan Juru Pelestari Cagar Budaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar, Gusti Marjanisah saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

“Gedung tersebut dibangun mungkin tahun 1930-an, karena Ketika kakek saya, Raden Beranta menjadi Kiai Martapura atau Kepala Distrik Martapura, gedung tersebut sudah berdiri,”ungkapnya.

Gedung tersebut lanjut zuriat Regent Martapura 1865-1984, Pangeran Surya Winata ini merupakan kantor kejaksaan pemerintahan Hindia Belanda di Martapura dan memiliki tangsi penahaman sementara.

Gedung ini sendiri menjadi bagian dari komplek perkantoran pemerintahan Belanda yang saat ini berada di belakang perkantoran Bupati Banjar dan DPRD Kabupaten Banjar dan tak ada lagi bekasnya.

“Datuk saya, yakni Pangeran Surya Winata yang menjadi Regent Martapura hingga 1884 juga berkantor disana. Kemudian jabatan Regent Martapura dihapuskan Belanda karena wilayahnya yang sangat luas, dikhawatirkan nanti akan memberontak lagi, jadi wilayahnya diperkecil jadi distrik,” jelasnya.

Perlu diketahui, wilayah kekuasaan Regent Martapura saat itu kira-kita meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Batola, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin sekarang.

Sementara itu warga sekitar, Haji Yusuf mengungkapkan gedung tersebut memang memiliki tempat penahanan, yakni berada di dalam tanah, berada dibawah gedung tersebut.

“Dulu saya dapat cerita dari kakek dulu saat zaman perjuangan, mereka membekaskan teman mereka yang ditahan Belanda di gedung ini. Mereka menjebol pintu besi yang menuju penjara bawah tanah tersebut,” katanya.

Namun saat ini jalan masuk menuju penjara yang menjadi tempat penahanan dibawah tanah tersebut sudah ditutup dengan di cor, akan tetapi pintu besi yang menjadi pintu masuknya masih bisa terlihat.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43
Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?