Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pimpin Perang Banjar, Ulama Berjubah Kuning Tinggal Selangkah Lagi Menuju Pahlawan Nasional
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pimpin Perang Banjar, Ulama Berjubah Kuning Tinggal Selangkah Lagi Menuju Pahlawan Nasional

Rizki Saputera
Rizki Saputera 6 November 2021, 10.39
Share
hidayatullah 1
Pangeran Hidayatullah di usulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional atas jasanya memimpin perlawanan imperialisme
SHARE

TERAS7.COM – Pangeran Hidayatullah bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman atau kemudian disebut sebagai Sultan Hidayatullah Halil Illah merupakan salah satu tokoh sentral dalam Perang Banjar.

Perang Banjar sendiri adalah perang perlawanan Kesultanan Banjar terhadap kekuasaan Kolonial Belanda yang berlangsung pada tahun 1859-1905, atau menurut versi Belanda berlangsung pada tahun 1859-1863.

Dalam perang ini, Pangeran Hidayatullah yang menjadi pewaris dari kakeknya, Sultan Adam Al Watsiq Billah ini disebut Belanda dalam buku De bandjermasinsche krijg van 1859-1863 yang ditulis Willem Adriaan van Rees (1865) sebagai hoofd opstandeling yang berarti Kepala Pemberontak.

Pangeran Hidayatullah memimpin Perang Banjar sejak 18 April 1859 hingga ia tertangkap pada 2 Maret 1862, akibat tipu muslihat Belanda yang juga sebelumnya menyandera ibunya, Ratu Siti yang akhirnya Pangeran Hidayatullah diasingkan Pemerintah Kolonial Belanda ke Bukit Joglo, Desa Sawah Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selama berada di daerah pengasingan bersama dengan keluarga dan pengikutnya sekitar 40 orang, Pangeran Hidayatullah aktif menyebarkan ilmu agama islam di tempat pengasingan hingga wafat pada 24 November 1904 dalam usia 82 tahun.

Baca juga :

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

WhatsApp Image 2021 11 06 at 10.16.44
Bupati Banjar 2016-2021, Almarhum KH Khalillurrahman saat berziarah ke makam Pangeran Hidayatullah di Cianjur, Jawa Barat pada tahun 2017. Foto : MC Kab Banjar

Bahkan oleh masyarakat Cianjur dan sekitarnya, Pangeran Hidayatullah di tempat pengasingan dikenal dengan sebutan Ulama Besar Berjubah Kuning.

Karena saat Pangeran Hidayatullah saat ke Masjid Agung maupun saat berdakwah, hampir selalu menggunakan jubah berwarna kuning.

Berkat jasa-jasa kepada bangsa dan negara, pada tahun 1999 pemerintah Republik Indonesia telah menganugerahkan kepadanya Bintang Mahaputera Utama.

Bahkan Pangeran Hidayatullah sudah berkali-kali diajukan sebagai Pahlawan Nasional, termasuk pada di masa kepemimpinan Bupati Kabupaten Banjar mendiang KH Khalilurrahman atau akrab disapa Guru Khalil.

Saat memimpin acara haul ke-113 Pangeran Hidayatullah, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tanggal 25 November 2017, ia menginginkan Pangeran Hidayatullah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Karena hingga sekarang Sultan Banjar itu kata Guru Khalil belum mendapat pengakuan pemerintah terkait status tersebut.

Apalagi menurut Almarhum Guru Khalil, Pangeran Hidayatullah adalah seorang Sultan Banjar yang alim dan dikenal gigih melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda selama masa pendudukan di Kalimantan.

Pangeran Hidayatullah kata Almarhum Guru Khalil tidak pernah menyerah dan tetap melakukan perlawanan sengit kepada penjajah sesuai semboyan masyarakat Suku Banjar “Waja Sampai Kaputing” (dari awal hingga akhir).

Hal senada pun disampaikan oleh Keturunan keempat Pangeran Hidayatulah, Pangeran Yusuf Isnendar saat ditemui dikediamannya di Cikampek, Jawa Barat pada Kamis (4/11/2021).

WhatsApp Image 2021 11 06 at 10.18.58
Keturunan ke empat Pangeran Hidayatullah, Pangeran Yusuf Isnandar atau akrab disapa Pangeran Cepi saat memperlihatkan Surat Wasiat Sultan Adam dan Keris Abu Gagang di kediamannya di Cikampek, Jawa Barat pada Kamis (4/11/2021). Foto : Rizki

Pada tahun 2017 jelas pria yang akrab disapa Pangeran Cepi ini, pengajuan Pangeran Hidayatullah sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

“Mulai tahun 2017, kita mulai mengusulkan agar Pangeran Hidayatullah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Dan pada tahun 2018, sudah mulai dilakukan penyusunan anggaran penelitian pangeran Hidayatullah,” ungkap Pangeran Cepi.

Setelah dianggarkan, pada tahun 2019 mulai dilakukan penelitian ke Kabupaten Cianjur tempat makam Pangeran Hidayatullah sekaligus tempat pengasingan, sehingga dibuatlah buku tentang Pangeran Hidayatullah.

“Dikarenakan adanya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka anggaran untuk pengajuan pangeran Hidayatullah sebagai pahlawan nasional harus ditunda karena dana digunakan untuk penanganan covid-19,” tuturnya.

Untuk melanjutkan pengajuan penetapan Pangeran Hidayatullah sebagai Pahlawan Nasional kembali dianggarkan pada tahun 2021 ini.

“Semoga dengan dianggarkannya pada tahun 2021 ini maka akan cepat penetapan tersebut dilakukan,” pungkas Pangeran Cevi.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love3
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260722 165547
Lisa Halaby Buka Piala Banjarbaru Emas 2026 U13 dan U15, Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
22 Juli 2026, 22.45

You Might Also Like

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

RIPS 2025–2045 Resmi Dibahas, Kabupaten Banjar Fokus Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Top! Kabupaten Banjar Peringkat 1 Pembinaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi se-Indonesia

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?