Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Komisi VI DPR RI Minta Pemerintah Awasi Pasokan Harga Jelang Ramadhan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Komisi VI DPR RI Minta Pemerintah Awasi Pasokan Harga Jelang Ramadhan

Budi Prabowo
Budi Prabowo 1 April 2022, 16.49
Share
WhatsApp Image 2022 04 01 at 15.06.10
Untuk menghindari terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga-harga khususnya menjelang Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, Anggota Komisi VI DPR F-PKS Nevi Zuairina meminta pemerintah untuk mengawasi kelancaran dan arus distribusi pasokan pangan. Foto: Budi Prabowo
SHARE

TERAS7.COM – Untuk menghindari terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga-harga khususnya menjelang Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, Anggota Komisi VI DPR F-PKS Nevi Zuairina meminta pemerintah untuk mengawasi kelancaran dan arus distribusi pasokan pangan.

“Kami meminta pemerintah mengawasi kelancaran dan arus distribusi agar pasokan pangan tidak tersendat masuk ke pasar tradisional,” kata Nevi Zuairina ketika diskusi dialektika demokrasi ‘Ramadhan 2022 dan Kesiapan Bahan Pokok’, bersama anggota Komisi IV DPR F-PKB Ibnu Multazam dan Plt Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/03/2022).

Selain itu, Nevi Zuairina meminta pemerintah tidak boleh kalah dengan kartel atau mafia yang selama ini mengendalikan harga bahan pokok dan ketersediaan pangan seperti minyak goreng. Ia berharap pemerintah menindak tegas mafia minyak dan mafia pangan lainnya. 

“Kami minta pemerintah jangan sampai kalah dengan mafia minyak goreng dan mafia pangan lainnya, ini jadi pelajaran tersendiri mafia minyak goreng harus di tindak tegas,” tegasnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi IV DPR F-PKB Ibnu Multazam meminta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional harus memiliki perencanaan atau roadmap pangan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Baca juga :

Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD

Pemkab Batola Gelar Safari Ramadhan Bersama Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda

Keroyok Mata Elang Hingga Tewas, 6 Anggota Polisi Jadi Tersangka!

“Pemerintah harus mempunyai roadmap, perencanaan ketersediaan, keamanan, ketahanan dan kedaulatan pangan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang, agar kelangkaan dan kenaikan harga-harga seperti minyak goreng, daging, telur, bawang putih dan bawang merah, beras dan sebagainya tidak terus terulang,” ujar Ibnu Multazam.

Menurutnya, sesuai dengan UU No.18 tahun 2012 tentang pangan, maka pangan ini harus berdaulat, mandiri dan aman. Untuk itu, Badan Pangan Nasional yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden misalnya bisa mengusulkan agar minyak goreng diproduksi oleh BUMN, bukan oleh swasta.

“Badan Pangan Nasional, Bulog, Kementan RI, dan BUMN harus memiliki roadmap pangan, agar pangan kita tidak dikendalilkan oleh kartel,” ungkap Ibnu Multazam.

Sementara itu, Plt Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy mengatakan minyak goreng tidak masuk dalam Tupoksi Badan Pangan Nasional. 

“Yang di bawah kewenangan Badan Pangan Nasional antara lain; daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, bawang merah atau putih, telur, cabai besar atau rawit, beras, jagung, kedelai, dan gula. Dimana untuk stok selama Januari-Desember 2022 ini aman. Untuk kedelai yang masih impor karena produksi dalam negeri masih kurang. Kini sudah mulai menanam di 2400 hektar tanah yang akan menghasilkan 800 ribu ton, agar secara bertahap bisa mengurangi impor.” katanya.

Selanjutnya, Ia menegaskan bahwa tugas utama Badan Pangan ini adalah untuk penguatan, ketersediaan, stabilisasi harga dan keamanan pangan.

“Jadi, tugas utama Badan Pangan ini adalah untuk penguatan, ketersediaan, stabilisasi harga dan keamanan pangan. Sedangkan beras yang impor biasanya beras khusus. Kalau yang biasa untuk dalam negeri stoknya sudah cukup bahkan lebih,” tegas Sarwo Edhy.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD

Pemkab Batola Gelar Safari Ramadhan Bersama Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda

Keroyok Mata Elang Hingga Tewas, 6 Anggota Polisi Jadi Tersangka!

Mobil Pembawa MBG Tabrak Belasan Siswa di SDN 01 Kalibaru Jakarta Utara

Tragedi SMA 72: Tanda Bahaya bagi Dunia Pendidikan dan Sosial Kita

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?